Ekonomi

DEPO Cetak Pendapatan Rp 2,88 Triliun dan Bagikan Dividen Rp 10,2 Miliar

Jakarta, Gonesia.com – PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) resmi membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp10,2 miliar atau setara Rp1,5 per lembar saham.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Senin (29/6).

Selain menyetujui pembagian dividen, para pemegang saham juga mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2025 serta perubahan susunan pengurus perseroan.

Sepanjang tahun 2025, perusahaan ritel bahan bangunan ini mencatatkan kinerja keuangan yang solid di tengah tantangan ekonomi global.

Perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,88 triliun.

Harga Emas Antam Turun Hari Ini 30 Juni 2026, Cek Daftarnya

Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,1 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp2,82 triliun.

Lonjakan pendapatan tersebut didorong oleh tingginya penjualan organik di berbagai wilayah operasional perseroan.

Bali tercatat menjadi kontributor pertumbuhan terbesar bagi perusahaan sepanjang tahun 2025.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatatkan laba kotor sebesar Rp584,2 miliar.

Perolehan laba kotor ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp557,3 miliar.

Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 30 Juni 2026: Cinta hingga Keuangan

Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp77,0 miliar.

Dalam rapat tersebut, perseroan juga menetapkan pembentukan dana cadangan sebesar Rp5,0 miliar.

Sisa laba bersih lainnya diputuskan untuk dicatat sebagai laba ditahan guna memperkuat modal ekspansi di masa depan.

Perubahan struktur organisasi juga menjadi agenda krusial dalam RUPST tersebut.

Henryanto Komala resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama yang baru.

MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Sekaligus atau Berkala

Sementara itu, posisi Komisaris Utama kini dijabat oleh Kambiyanto Kettin.

Perubahan susunan dewan komisaris dan direksi tersebut berlaku efektif mulai 1 Juli 2026.

Kambiyanto Kettin menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui strategi yang terukur.

“Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap produk bahan bangunan dan home improvement di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi perseroan, Selasa (20/9).

Dia menambahkan bahwa fokus utama perusahaan ke depan adalah meningkatkan daya saing melalui kualitas layanan.

Pengembangan jaringan usaha juga akan terus dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan potensi pasar dan disiplin investasi.

“Kami meyakini bahwa ekspansi yang dilakukan secara selektif dan didukung oleh pemahaman pasar yang kuat akan semakin memperkuat posisi perseroan di industri ritel bahan bangunan nasional,” imbuh Kambiyanto.

Selain ekspansi fisik, perseroan juga memprioritaskan pengembangan kanal digital sebagai bagian dari strategi omnichannel.

Langkah ini diambil untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah dan terintegrasi bagi pelanggan.

“Kanal digital kami pandang sebagai pelengkap yang strategis bagi jaringan toko fisik,” jelas Kambiyanto.

Perseroan juga memastikan realisasi dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sebesar Rp487,8 miliar telah terserap seluruhnya.

Dana tersebut digunakan untuk belanja modal, pelunasan pinjaman, hingga investasi pada entitas anak.

Manajemen berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan tata kelola perusahaan yang baik.

“Fokus utama manajemen ke depan adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan disiplin pengelolaan modal,” tutup Kambiyanto.

Komentar