Jakarta – Kontingen panjat tebing DKI Jakarta menutup Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur dengan raihan tujuh medali dan status juara umum, sebuah capaian yang disebut sebagai hadiah istimewa bagi Jakarta yang genap berusia 499 tahun.
Ketua Umum Pengprov FPTI DKI Jakarta Dyson Toba menilai hasil itu menjadi dorongan penting bagi pembinaan atlet ibu kota. Ia berharap tren positif tersebut tidak berhenti di kejuaraan ini, melainkan terus terjaga hingga menghadapi PON 2028.
“Prestasi ini jadi kado spesial FPTI DKI Jakarta di hari ulang tahun Jakarta ke-499. Semoga prestasi ini bisa terus meningkat dan berlanjut hingga PON 2028,” ujar Dyson, dikutip Selasa, 23 Juni 2026.
Di ajang tersebut, DKI Jakarta mengumpulkan empat emas, dua perak, dan satu perunggu. Empat medali emas dipersembahkan Rizky Aditya lewat nomor boulder U19 putra dan lead U19 putra, Keyza Queenme Candley Riwoe pada speed WR U17 putri, serta Amirul Rizqi Febriyansah di speed WR U19 putra.
Sementara itu, dua medali perak disumbangkan Tristan Andrata dari nomor boulder U19 putra dan Choirul Alviansyah pada speed WR U17 putra. Adapun satu perunggu diraih Naura Jasmine Rayya Syafiqa di speed WR U17 putri.
Ketua Umum FPTI Kota Jakarta Utara M.I. Ridwan Boim ikut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan DKI tampil sebagai kampiun umum. Ia menyoroti kontribusi atlet asal Jakarta Utara yang juga membawa pulang dua medali.
“Apalagi atlet asal Jakarta Utara turut menyumbangkan 1 medali emas dan 1 perak,” kata Boim.
Ia optimistis cabang olahraga panjat tebing DKI Jakarta akan kembali berbicara banyak pada PON mendatang. “Saya yakin cabang olahraga panjat tebing DKI Jakarta bisa meraih medali pada PON mendatang,” ujarnya.
Penutupan kejurnas berlangsung meriah dengan penampilan tari tradisional Betawi dan ondel-ondel. Acara itu juga dihadiri Ketua Umum KONI DKI Jakarta Prof. Hidayat Humaid.

