Prajurit terbaru yang gugur adalah Kopka Rico Pramudia. Ia meninggal dunia pada Jumat, 24 April 2026, di rumah sakit di Beirut setelah mengalami luka parah akibat ledakan proyektil di pos UNIFIL, Adchit Al Qusayr, pada 29 Maret 2026.
Tiga prajurit lainnya yang lebih dahulu gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Mereka gugur saat menjalankan tugas menjaga perdamaian dan melindungi warga sipil di wilayah konflik.
Berikut profil empat anggota TNI yang gugur di Lebanon:
- Praka Farizal Rhomadhon
Praka Farizal Rhomadhon merupakan personel Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti, satuan infanteri berkualifikasi Raider Khusus di bawah Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda. Ia gugur pada 29 Maret 2026 saat bertugas di Lebanon.
Farizal lahir di Kulon Progo pada 3 Januari 1998. Dalam penugasan terakhirnya, ia menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima. Ia tinggal di Asrama Militer Kima Yonif 113/JS, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Farizal meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila, serta seorang anak perempuan bernama Shanaya Almahyra Elshanu. Ia menikah pada 4 Juli 2023. Sosoknya dikenal sebagai prajurit yang bertanggung jawab dan ayah muda yang berdedikasi.
- Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar adalah perwira dari Grup 2 Komando Pasukan Khusus yang memiliki kemampuan tinggi. Zulmi merupakan lulusan Akademi Militer tahun 2015 dan tergabung dalam Kontingen Garuda misi UNIFIL.
Prajurit asal Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi ini gugur saat mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di Lebanon Selatan pada 30 Maret 2026. Ia dikenang sebagai perwira yang mengemban tugas negara dengan penuh tanggung jawab.
- Sertu Muhammad Nur Ichwan
Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon pada 30 Maret 2026. Nur Ichwan lahir di Magelang pada 12 Mei 2000 dan meninggalkan seorang istri, Hana Dita Anjani, serta seorang putri berusia tujuh bulan.
Dalam penugasannya, Nur Ichwan berdinas di Kesdam IX/Udayana sebagai Bintara Kesehatan Kompi B dalam Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL. TNI memberikan kenaikan pangkat luar biasa dari Sertu menjadi Serka Anumerta sesuai Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/467/1/2026 tertanggal 31 Maret 2026, serta memberikan santunan kepada keluarga.
- Praka Rico Pramudia
Kopka Rico Pramudia merupakan prajurit berusia 31 tahun yang bertugas dalam Kontingen Garuda di bawah naungan UNIFIL. Insiden yang merenggut nyawanya terjadi saat pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr dihantam ledakan proyektil pada 29 Maret 2026.
Rico mengalami luka parah dan sempat mendapatkan perawatan intensif sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia hampir sebulan kemudian. Ia dikenal sebagai prajurit yang berdedikasi dalam menjalankan tugas negara.

