Berita

Menhan Venezuela Ungkap Pelanggaran AS Pasca Serangan

Caracas – Venezuela dengan tegas menolak kehadiran pasukan asing di wilayahnya, menyusul serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat (AS). Penolakan ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, melalui pesan video yang dirilis pada Sabtu (3/1/2026).

“Venezuela yang merdeka, independen, dan berdaulat menolak dengan segenap kekuatan sejarahnya kehadiran pasukan asing ini, yang selama ini hanya membawa kematian, penderitaan, dan kehancuran,” tegas Padrino, seperti dikutip dari *Antara*.

Pemerintah Venezuela saat ini tengah mengumpulkan informasi terkait jumlah korban luka dan meninggal akibat serangan tersebut.

Padrino juga mengecam keras serangan yang dianggap mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan. Ia menyerukan kepada komunitas internasional dan organisasi multilateral untuk mengutuk tindakan Pemerintah AS yang dinilai melanggar Piagam PBB dan hukum internasional.

Pernyataan ini muncul setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan berskala besar terhadap Venezuela. Trump juga menyatakan bahwa Presiden Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut.

Dewa United Tempuh Jalur Hukum Pasca Insiden Kekerasan di EPA U-20

“Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Trump mengklaim operasi ini dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum Amerika Serikat. Rincian lebih lanjut mengenai penangkapan Maduro akan diumumkan kemudian, dan konferensi pers dijadwalkan pada pukul 11.00 waktu setempat di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.

Trump menjelaskan bahwa serangan ini merupakan bagian dari kampanye AS untuk melindungi negaranya dari ancaman narkoba, migrasi ilegal, dan “narko-terorisme.”

Isu migrasi menjadi salah satu alasan utama yang dikemukakan Trump. Ia mengaitkan Venezuela dengan kedatangan ratusan ribu migran di perbatasan selatan AS. Sejak 2013, sekitar delapan juta warga Venezuela dilaporkan meninggalkan negara mereka akibat krisis ekonomi dan tekanan politik.

Trump menuduh pemerintahan Maduro sengaja mengosongkan penjara dan rumah sakit jiwa, serta memaksa para tahanan bermigrasi ke AS, tuduhan yang dibantah keras oleh Pemerintah Venezuela.

Fitrayanto Resmi Mendaftar Sebagai Calon Ketua KONI Kota Payakumbuh Periode Mendatang

Alasan lain yang dikemukakan Trump adalah peredaran narkoba internasional. Ia menuding Venezuela sebagai jalur transit utama kokain dan berkontribusi terhadap krisis fentanil yang melanda AS.

Washington telah menetapkan dua kelompok kriminal asal Venezuela, Tren de Aragua dan Cartel de los Soles, sebagai Organisasi Teroris Asing. Trump bahkan menuduh Cartel de los Soles dipimpin langsung oleh Maduro.

Pemerintah Venezuela menolak tudingan tersebut, menilai bahwa hal itu merupakan upaya mempolitisasi perang melawan narkoba untuk menggulingkan pemerintahan Caracas. Trump juga menyatakan bahwa AS kini terlibat dalam konflik bersenjata melawan kartel narkoba.

Komentar

Berita Populer

01

Pemprov DKI Jakarta Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah

02

KPK Panggil Bos Rokok HS Guna Dalami Dugaan Korupsi Cukai Bea Cukai

03

BGN Umumkan Revisi Juknis MBG 2026, Nomenklatur Personel SPPG Berubah

04

Menaker Dorong PVN 2026 Bandung Siapkan Lulusan Kerja

05

Pemkab Lima Puluh Kota Tengahi Konflik Masyarakat

06

Boyamin Saiman Kirim Banner Sindir KPK Izinkan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah

07

Wamen KKP Ajak Pelaku Usaha Gunakan Stelina Tingkatkan Daya Saing Ekspor

08

Danantara Suntikkan Modal Rp 29 Triliun untuk Selamatkan Garuda Indonesia

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com