New York – Zohran Mamdani mencetak sejarah. Wali kota terpilih ini akan mengucapkan sumpah jabatan dengan menggunakan Al-Quran, menandai pertama kalinya seorang Wali Kota New York City dilantik dengan kitab suci umat Islam.
Langkah bersejarah ini akan dilakukan pada Hari Tahun Baru, 1 Januari 2026. Tim kampanye Mamdani, politikus Partai Demokrat berusia 34 tahun, mengonfirmasi rencana tersebut.
Jaksa Agung New York, Letitia James, akan memimpin upacara tengah malam secara tertutup di Stasiun Balai Kota Lama, stasiun kereta bawah tanah bersejarah yang tak lagi beroperasi. Sementara itu, pelantikan untuk publik akan digelar di tangga Balai Kota pada siang hari oleh Senator Bernie Sanders.
Mamdani akan menggunakan dua Al-Quran milik keluarga, serta satu Al-Quran milik Arturo Schomburg, penulis dan aktivis Puerto Rico yang mendirikan Pusat Penelitian Budaya Kulit Hitam Schomburg di Harlem.
Al-Quran milik Schomburg, seorang sejarawan kulit hitam Puerto Rico, diyakini para cendekiawan mencerminkan minatnya pada hubungan historis antara Islam dan budaya kulit hitam di Amerika Serikat dan Afrika. Koleksinya mendokumentasikan kontribusi global orang-orang keturunan Afrika.
Salinan Al-Quran yang akan digunakan Mamdani memiliki desain sederhana. Laporan TRT Word menyebutkan, sampulnya berwarna merah tua dengan medali bunga sederhana, ditulis dengan tinta hitam dan merah. Tulisan tersebut sederhana dan mudah dibaca, cocok untuk penggunaan sehari-hari.
Terpilihnya Mamdani memicu retorika Islamofobia. Menanggapi hal ini, Mamdani menegaskan tekadnya untuk menunjukkan keyakinannya secara terbuka.
“Saya tidak akan mengubah siapa saya, bagaimana saya makan, atau keyakinan yang dengan bangga saya sebut sebagai milik saya,” tegasnya. “Saya tidak akan lagi mencari diri saya dalam bayang-bayang. Saya akan menemukan diri saya dalam terang.”
Keputusan Mamdani menggunakan Al-Quran menuai kritik dari kelompok konservatif. Senator AS Tommy Tuberville dari Alabama bahkan menulis di media sosial, “Musuh ada di dalam gerbang,” sebagai tanggapan atas berita tersebut.
Reaksi serupa pernah terjadi pada 2006, saat Keith Ellison, Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres, dikritik karena memilih Al-Quran untuk sumpah jabatannya.
Meski penggunaan Alkitab lazim dalam sumpah jabatan, tidak ada hukum yang mewajibkan pejabat menggunakan teks keagamaan tertentu. Theodore Roosevelt dan Donald Trump pun tidak menggunakan Alkitab saat pelantikan mereka.
Setelah pelantikan, Al-Quran yang digunakan Zohran Mamdani akan dipamerkan kepada publik di Perpustakaan Umum New York.


