Beijing, Gonesia.com – Perusahaan kecerdasan buatan asal Cina, DeepSeek, resmi merilis model bahasa terbaru bernama Zhipu GLM 5.2 ke pasar global.
Model open source ini diklaim mampu menyamai kapabilitas model AI papan atas milik OpenAI dan Anthropic dengan efisiensi biaya yang jauh lebih kompetitif.
Berdasarkan data pengujian yang dipublikasikan oleh Z.ai, performa GLM 5.2 hanya berselisih sekitar satu poin persentase di bawah model Opus 4.8 milik Anthropic dalam tolok ukur kemampuan agentic.
Bahkan, pada pengujian FrontierSWE yang berfokus pada tugas rekayasa perangkat lunak jangka panjang, GLM 5.2 mencatatkan skor yang sedikit lebih unggul dibandingkan GPT-5.5 milik OpenAI.
Kelebihan utama model ini terletak pada efisiensi operasional yang mencapai lima kali lipat lebih murah dibandingkan model-model pesaing yang ada di pasar saat ini.
Berbeda dengan produk sebelumnya yang lebih berfokus pada fungsi chatbot, GLM 5.2 dirancang khusus untuk menangani tugas-tugas kompleks.
Kapasitas teknis model ini mencakup penyusunan perencanaan strategis, penulisan kode pemrograman, pengujian sistem, hingga eksekusi proses kerja berulang atau looping.
Kemampuan tersebut dinilai sangat krusial bagi perusahaan yang tengah berupaya mengotomatisasi berbagai lini proses bisnis mereka.
Antusiasme pengembang terhadap teknologi ini terpantau sangat tinggi sejak peluncurannya.
Data lalu lintas token pada platform OpenRouter menunjukkan pertumbuhan penggunaan GLM 5.2 yang melampaui rekor peluncuran model V4 milik DeepSeek pada bulan April lalu.
Tren ini muncul di tengah kekhawatiran global mengenai lonjakan biaya penggunaan AI yang kian membebani neraca keuangan perusahaan.
Kini, metrik intelligence per dollar—yakni perbandingan antara kecerdasan model dengan biaya yang dikeluarkan—telah menjadi prioritas utama bagi pelaku industri dibandingkan sekadar mengejar performa mentah.
“Saya terus terkejut melihat seberapa cepat model open source mampu mengejar ketertinggalannya,” ujar salah satu pendiri Harvey, Gabe Pereyra, dikutip dari CNBC Internasional, Minggu (28/6).
Ia menambahkan bahwa GLM 5.2 merupakan salah satu model open source pertama yang mampu bersaing ketat dengan model closed source papan atas.
Keunggulan lain dari model ini adalah fleksibilitasnya, di mana pengguna dapat mengunduh, menyesuaikan (fine-tune), dan menjalankan model di server internal perusahaan secara mandiri.
Dominasi model open source ini semakin menguat seiring dengan adanya ketidakpastian akses terhadap layanan AI tertutup.
Pemerintah Amerika Serikat diketahui telah melakukan intervensi terhadap akses beberapa model AI terdepan.
Sebagai contoh, Anthropic terpaksa menarik model Fable Mythos-class setelah menerima perintah resmi dari pemerintahan Presiden Donald Trump.
Sementara itu, OpenAI juga mengumumkan pembatasan akses terhadap model GPT-5.6 pada Jumat (26/6) menyusul permintaan dari otoritas terkait.
Kondisi geopolitik dan regulasi ini secara langsung meningkatkan daya tarik bagi model AI yang dapat dikelola sendiri tanpa bergantung pada kebijakan penyedia layanan pihak ketiga.
Kehadiran GLM 5.2 memberikan alternatif bagi perusahaan yang memprioritaskan kedaulatan data dan keberlanjutan biaya operasional di tengah dinamika industri AI global.

