Ekonomi

Ekonom Muhammadiyah Bantah Pidato Presiden Prabowo Jadi Penyebab IHSG Melemah

Bengkulu, Gonesia.com – Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara, menepis spekulasi yang mengaitkan pidato Presiden Prabowo Subianto dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurutnya, fluktuasi pasar modal jauh lebih dipengaruhi oleh faktor fundamental korporasi dibandingkan narasi politik.

Kinerja keuangan perusahaan yang melantai di bursa menjadi penentu utama pergerakan harga saham di pasar.

Surya Vandiantara menegaskan bahwa penurunan IHSG merupakan respons wajar atas kondisi internal emiten.

“Apabila kinerja perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa secara mayoritas mengalami penurunan pendapatan atau kerugian, maka sudah sewajarnya jika nilai IHSG ikut turun,” ujar Surya.

Prospek Reksadana Saham Diprediksi Menguat di Semester II 2026

Ia menyoroti adanya anomali pada kondisi pasar saat ini.

Fundamental perusahaan cenderung stabil dan indikator ekonomi makro menunjukkan tren positif.

Namun, realitas pasar justru menunjukkan pelemahan yang berlawanan dengan data ekonomi tersebut.

Kondisi janggal ini memicu munculnya opini publik yang menyalahkan pidato kenegaraan sebagai pemicu penurunan indeks.

Surya menilai narasi tersebut tidak memiliki landasan ekonomi yang kuat dan cenderung politis.

Rayakan HUT ke-80, BNI Berikan Diskon Spesial di Berbagai Sektor

Ia menduga adanya campur tangan pihak tertentu yang sengaja menggiring opini untuk mendiskreditkan kepala negara.

“Narasi ini mengindikasikan adanya investor nakal yang melakukan tindakan irrasional di bursa, sehingga nilai IHSG mengalami penurunan,” ucap Surya.

Tindakan irrasional ini disinyalir sebagai upaya sistematis untuk menciptakan kepanikan di pasar modal.

Dampaknya, investor ritel yang telah melakukan analisis fundamental dengan cermat menjadi pihak yang paling dirugikan.

Perusahaan yang mencatatkan kinerja positif pun ikut terkena imbas sentimen negatif yang tidak berdasar.

Riset SSI: Komunikasi Pemerintah Masih Terpusat pada Figur Prabowo Subianto

Surya secara tegas menyebut praktik ini sebagai agenda politik kotor yang mengorbankan stabilitas ekonomi nasional.

“Demi mencapai agenda politik kotor yang terselubung, mereka telah merugikan banyak pihak,” ungkap Surya.

Merespons fenomena tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu spekulatif.

Investor diminta untuk tetap berpegang pada analisis fundamental daripada mengikuti arus kepanikan yang sengaja diciptakan.

Pemerintah juga didesak untuk segera mengambil langkah konkret guna menertibkan oknum-oknum di pasar modal.

Intervensi otoritas dianggap perlu untuk memastikan kesehatan pasar dan melindungi kepentingan publik dari manipulasi.

“Pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas pada perilaku irrasional yang dilakukan investor nakal yang memiliki agenda politik, demi melindungi masyarakat luas,” pungkas Surya.

Keamanan pasar modal menjadi krusial di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional dari guncangan eksternal maupun internal.

Otoritas bursa diharapkan mampu melakukan pengawasan lebih ketat terhadap pola transaksi yang tidak wajar.

Transparansi data menjadi kunci agar investor tidak terjebak dalam narasi yang menyesatkan.

Stabilitas IHSG nantinya akan bergantung pada kedewasaan pasar dalam merespons informasi yang kredibel.

Komentar