JAKARTA, Gonesia.com – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) resmi memperkuat struktur permodalan dua anak usahanya yang beroperasi di Singapura, yakni Aster Port and Terminal Pte. Ltd (APT) dan Aster Power Pte. Ltd (APPL).
Langkah strategis ini dilakukan melalui penandatanganan Amandemen I atas perjanjian pinjaman yang diteken pada 30 Juni 2026.
Total tambahan fasilitas pinjaman yang dikucurkan CDIA kepada kedua entitas tersebut mencapai US$ 12,25 juta.
Manajemen CDIA dalam keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026), menyatakan bahwa penambahan modal ini ditujukan untuk mendukung operasional bisnis masing-masing anak perusahaan.
Pemberian fasilitas tambahan untuk APT mencapai US$ 7,45 juta.
Nilai tersebut membuat total fasilitas pinjaman bagi APT naik dari semula US$ 80 juta menjadi US$ 87,45 juta.
Sementara itu, APPL menerima tambahan fasilitas sebesar US$ 4,80 juta.
Angka tersebut mengerek total plafon pinjaman APPL dari sebelumnya US$ 60 juta menjadi US$ 64,80 juta.
Selain penambahan nilai pokok, amandemen tersebut menyertakan klausul baru mengenai hak konversi pinjaman menjadi saham.
Pihak CDIA memiliki opsi untuk mengonversi sebagian atau seluruh sisa utang yang belum terbayar menjadi ekuitas pada perusahaan penerima pinjaman.
Hak konversi ini dapat dieksekusi kapan saja hingga batas waktu 31 Desember 2026.
Namun, terdapat batasan kepemilikan saham pascakonversi yang telah ditetapkan dalam perjanjian.
Kepemilikan saham CDIA di APT dipastikan tidak akan melebihi 16,5% dari total modal ditempatkan dan disetor.
Sedangkan untuk APPL, porsi kepemilikan saham CDIA dibatasi maksimal sebesar 20% dari total modal ditempatkan dan disetor.
Manajemen CDIA menegaskan bahwa seluruh poin dalam perjanjian awal yang tidak diubah dalam amandemen ini tetap memiliki kekuatan hukum mengikat bagi para pihak.
Perjanjian pinjaman induk antara CDIA, APT, dan APPL sebelumnya telah diteken pada 20 November 2025 dengan nilai total US$ 140 juta.
Dana tersebut disalurkan untuk membiayai kebutuhan operasional harian serta pengembangan bisnis utama masing-masing entitas.
APT saat ini berfokus pada pengembangan sektor pelabuhan dan terminal.
Di sisi lain, APPL sedang mematangkan rencana ekspansi bisnis di bidang ketenagalistrikan dan sektor energi terbarukan.
Langkah injeksi modal ini dipandang sebagai upaya CDIA untuk mempercepat realisasi proyek strategis anak usahanya di luar negeri.
Peningkatan plafon pinjaman ini juga memberikan fleksibilitas finansial bagi APT dan APPL dalam menghadapi tantangan pasar internasional.
Dengan adanya opsi konversi, CDIA memiliki potensi untuk meningkatkan posisi kepemilikan saham di masa depan jika diperlukan.
Dukungan finansial berkelanjutan dari induk usaha diharapkan mampu menjaga stabilitas arus kas anak perusahaan.
Hingga saat ini, belum ada perubahan signifikan pada fokus bisnis inti yang dijalankan oleh kedua anak usaha tersebut.
CDIA terus memantau kinerja operasional APT dan APPL guna memastikan penggunaan dana pinjaman sesuai dengan target yang ditetapkan.

