BANDUNG – Persib Bandung tengah menghadapi situasi sulit dalam bursa transfer pemain asing jelang musim 2026/2027. Setelah resmi berpisah dengan bek kiri Layvin Kurzawa, Maung Bandung kini harus menelan pil pahit karena pemain incaran mereka, Patrick Robson, dikabarkan menolak tawaran bergabung.
Layvin Kurzawa resmi mengakhiri masa baktinya di Persib setelah lima bulan berkarier di Indonesia. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, pemain jebolan Paris Saint-Germain tersebut menyampaikan salam perpisahan dan rasa terima kasih kepada klub serta pendukung setia Maung Bandung.
“Lima bulan terakhir di Indonesia sungguh istimewa. Saya menghormati keputusan klub dan pergi dengan rasa syukur atas momen-momen yang telah kita lalui bersama,” ungkap Kurzawa.
Belum reda kabar kepergian Kurzawa, Persib kini dikabarkan gagal mendatangkan winger asal Brasil, Patrick Robson. Padahal, pemain tersebut sebelumnya digadang-gadang akan menjadi rekrutan asing pertama Persib untuk musim depan.
Kabar penolakan tersebut diungkapkan oleh jurnalis Italia, Lorenzo Lepore. Menurut laporan tersebut, Patrick Robson memilih untuk membuka negosiasi dengan salah satu klub asal Kuwait yang dinilai memiliki tawaran lebih menarik secara finansial.
Saat ini, negosiasi antara pihak Patrick Robson yang dikelola oleh One Sports Agency dan klub asal Kuwait tersebut masih terus berlangsung. Situasi ini menjadi pukulan bagi Bobotoh, pasalnya kesepakatan antara Persib dan pemain berusia 28 tahun itu sempat dikabarkan sudah berada di tahap akhir pada awal Juni 2026.
Perubahan situasi yang drastis ini tentu menjadi tantangan bagi manajemen Persib Bandung dalam menyusun komposisi tim. Patrick Robson sendiri tampil impresif sepanjang musim 2025/2026 bersama klub Kamboja, Svay Rieng, dengan torehan 23 gol dan 18 assist dari 40 penampilan di berbagai kompetisi.
Berkat kontribusi besarnya, Robson berhasil membawa Svay Rieng menjuarai Liga Kamboja dan melaju hingga babak final AFC Challenge League. Kini, dengan adanya laporan penolakan tersebut, peluang Persib untuk mengamankan jasa sang pemain pun semakin tertutup.

