IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Sport

PSIS Kena Sanksi FIFA, Panser Biru Soroti Pernyataan Yoyok Sukawi Soal Subsidi

SEMARANG – Sanksi larangan aktivitas transfer yang dijatuhkan FIFA kepada PSIS Semarang memicu gelombang kritik tajam dari kelompok suporter Laskar Mahesa Jenar. Hukuman selama tiga periode bursa transfer tersebut dijatuhkan setelah klub menunggak gaji mantan pemain asing, Ruxi dan Evandro.

Merespons polemik ini, mantan CEO PSIS, Yoyok Sukawi, sempat memberikan klarifikasi bahwa hambatan finansial klub salah satunya disebabkan oleh keterlambatan pencairan dana subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Namun, alasan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Ketua Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng. Melalui akun Instagram pribadinya, Wareng menilai argumen mengenai subsidi PT LIB tidak bisa dijadikan pembenaran atas kegagalan klub dalam memenuhi kewajiban gaji.

Menurut Wareng, banyak klub lain yang mampu mengelola keuangan dengan sehat meski menghadapi kendala serupa terkait subsidi. Ia khawatir jika masalah ini tidak segera diselesaikan, akan muncul lebih banyak laporan serupa dari pihak lain yang merasa dirugikan oleh manajemen.

Wareng juga membagikan pengalaman pribadinya saat menjadi bagian dari tim sukses pada 2019. Ia mengaku pernah dijanjikan bonus, namun pembayaran tersebut dicicil selama bertahun-tahun hingga akhirnya dianggap hangus. Selama ini, ia mengaku memilih bungkam demi loyalitas, namun ia merasa harus angkat bicara setelah melihat performa klub yang dinilai merosot tajam.

Pulih dari Cedera, Mauro Zijlstra Siap Jadi Andalan Arema FC

Kritik Wareng semakin menohok saat ia menyoroti perubahan narasi dari manajemen terkait masalah utang. Ia menyebut, saat Yoyok masih aktif mengelola klub, alasan yang digunakan sering kali berkaitan dengan penjualan aset keluarga atau deposito. Namun, setelah melepas saham, alasan yang dilemparkan justru beralih ke keterlambatan dana subsidi.

Pernyataan ini menuai respons beragam di kalangan suporter. Banyak pendukung yang mendukung sikap kritis Wareng karena menganggap profesionalisme finansial merupakan syarat mutlak bagi sebuah klub sepak bola.

Hingga saat ini, PSIS Semarang masih terbelenggu sanksi FIFA. Manajemen klub kini dihadapkan pada tantangan besar, yakni melunasi seluruh kewajiban gaji agar larangan transfer dapat dicabut, sekaligus memulihkan kepercayaan suporter terhadap transparansi pengelolaan keuangan tim.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

03

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

06

Profil Erling Haaland: Harapan Norwegia dan Kandidat Top Skor Piala Dunia 2026

07

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

08

Bencana Sumatra Rusak Parah 54 Sekolah; Siswa Belajar di Tenda

Berita Terbaru