Jakarta – Peristiwa 7 Oktober 2023, yang dikenal sebagai Badai Al-Aqsa (Thufan Al-Aqsa), kini menjadi momentum penting solidaritas global bagi rakyat Palestina dan mengungkap kebohongan zionis Israel yang berlangsung selama delapan dekade.
Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG), Muhammad Anshorullah, menyatakan bahwa dua tahun setelah Badai Al-Aqsa, perjuangan rakyat Palestina sejak 1948 semakin mendapatkan dukungan global.
Ia menegaskan bahwa Peristiwa 7 Oktober adalah hak bangsa Palestina untuk membela Tanah Air dan tempat suci mereka. Ia berpendapat bahwa serangan lintas batas tersebut bukanlah tindakan terorisme.
“Peristiwa 7 Oktober, bagi bangsa Palestina menjadi titik balik solidaritas global untuk mereka, sedangkan bagi Zionis Israel membongkar kebohongan yang dibangun sejak hampir delapan dekade yang lalu,” ujar Anshorullah kepada Republika, Selasa (7/10/2025).
Anshorullah menambahkan, saat ini, masyarakat dunia melihat zionis Israel sebagai pelaku genosida. Mengutip pendapat Ilan Pappe dan Chris Hedges, ia menyatakan bahwa genosida yang dilakukan zionis Israel di Gaza adalah pertanda kematian Zionisme.

