MUSCAT – Tim nasional Oman resmi merilis daftar pemain yang dipersiapkan untuk menjalani laga FIFA Matchday edisi Juni 2026. Skuad asuhan pelatih asal Maroko, Tarik Sektioui, dijadwalkan akan menantang Timnas Indonesia pada 5 Juni 2026, sebelum nantinya menghadapi Mozambik dua hari berselang.
Duel antara Oman kontra Indonesia menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan oleh pecinta sepak bola Asia. Kedua tim memanfaatkan momentum FIFA Matchday ini sebagai ajang untuk mengukur kekuatan sekaligus mematangkan persiapan menghadapi agenda kompetitif mendatang.
Tarik Sektioui memadukan komposisi pemain senior dengan sejumlah penggawa yang tengah tampil impresif bersama klub masing-masing. Mayoritas pemain yang dipanggil masih didominasi oleh pilar-pilar dari kompetisi domestik, terutama dari klub papan atas seperti Al Nahda dan Al Seeb.
Di sektor penjaga gawang, Oman mengandalkan tiga kiper berpengalaman yakni Ibrahim Al Mukhaini, Faiz Al-Rushaidi, dan Ibrahim Al Rajhi. Sementara di lini pertahanan, terdapat nama-nama tangguh seperti Ahmed Al Khamisi, Hussein Al-Shahri, serta Khalid Al Braiki yang kini memperkuat klub Republik Ceko, Artis Brno.
Lini tengah Oman juga tak kalah solid dengan kehadiran sosok sentral seperti Harib Al Saadi, Abdullah Fawaz, dan Zahir Al-Aghbari. Kualitas tim ini semakin diperkuat dengan kehadiran pemain yang berkarier di luar negeri, seperti Al-Mandhar Al-Alawi dan Jameel Al Yahmadi yang merumput di Liga Irak.
Ketajaman lini depan Oman akan mengandalkan striker produktif, Mohsen Al Ghassani, yang kini berkarier bersama Bangkok United di Thailand, serta Issam Al-Sabhi yang bermain untuk Al-Quwa Al-Jawiya, Irak. Kehadiran pemain-pemain ini menjadi bukti bahwa Oman merupakan lawan tangguh yang wajib diwaspadai oleh skuad Garuda.
Pertandingan antara Oman dan Indonesia dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 Juni 2026, pukul 20.00 WIB. Laga ini diprediksi menjadi ujian krusial bagi perkembangan Timnas Indonesia di bawah arahan tim pelatih saat ini.
Bagi Indonesia, duel ini menjadi kesempatan emas untuk menguji konsistensi permainan saat menghadapi tim asal Timur Tengah yang dikenal memiliki organisasi permainan rapi dan disiplin tinggi. Di sisi lain, Oman menjadikan laga ini sebagai tolok ukur kesiapan tim dalam menghadapi serangkaian tantangan internasional sepanjang tahun 2026.


