JAKARTA, Gonesia.com – PT Swayasa Prakarsa Tbk resmi membuka periode bookbuilding penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) mulai Senin, 24 Agustus 2026.
Perusahaan manufaktur yang fokus pada sektor kesehatan berbasis riset ini menawarkan 323 juta lembar saham kepada publik.
Jumlah saham tersebut setara dengan 30,30% dari total modal ditempatkan dan disetor perusahaan setelah proses IPO rampung.
Manajemen Swayasa Prakarsa mematok harga penawaran awal pada rentang Rp 130 hingga Rp 140 per saham.
Berdasarkan informasi MNC Sekuritas, perusahaan ini berpotensi menghimpun dana segar maksimal sekitar Rp 45,22 miliar dari aksi korporasi tersebut.
PT Sukadana Prima Sekuritas telah ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam proses penawaran saham ini.
Swayasa Prakarsa dikenal sebagai pemain di subsektor peralatan kesehatan dengan portofolio produk yang beragam.
Perseroan memproduksi alat kesehatan elektromedis, non-elektromedis, hingga obat herbal dan pangan sehat.
Beberapa merek dagang yang dikelola perusahaan di antaranya adalah INASHUNT, Gama-CHA, dan Venindo.
Pengembangan produk herbal dan pangan sehat dilakukan melalui entitas bisnis Gama Herbal Indonesia dan Gamafood.
Target pasar perseroan mencakup berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga medis profesional, hingga jaringan distributor.
Dana hasil IPO rencananya akan dialokasikan untuk tiga kebutuhan utama perusahaan.
Sebanyak 39,5% dana atau sekitar Rp 15,8 miliar akan digunakan untuk modal kerja operasional.
Porsi modal kerja tersebut akan difokuskan pada pembelian bahan baku serta kegiatan penelitian dan pengembangan.
Selanjutnya, sekitar 30,5% atau Rp 12,2 miliar dialokasikan untuk belanja modal atau capital expenditure.
Dana belanja modal ini akan digunakan untuk pembangunan pusat distribusi baru di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sisanya, yakni 30% atau Rp 12 miliar, akan dipakai untuk pelunasan utang kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri dan Yayasan UGM.
Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan pendapatan usaha sebesar Rp 7,12 miliar pada tahun buku 2025.
Pada periode yang sama, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 1,42 miliar.
Per 28 Februari 2026, total aset Swayasa Prakarsa tercatat mencapai Rp 31,78 miliar.
Posisi liabilitas perusahaan berada di angka Rp 14,46 miliar dengan total ekuitas sebesar Rp 17,31 miliar.
Setelah IPO, jumlah saham beredar diperkirakan mencapai 1,066 miliar lembar saham.
Kapitalisasi pasar SWAP diproyeksikan berada pada rentang Rp 138,58 miliar hingga Rp 149,24 miliar.
Valuasi perusahaan saat ini berada pada price to book value (PBV) sekitar 2,25 kali hingga 2,43 kali.
Sementara itu, price to earnings ratio (PER) diperkirakan berada pada kisaran 97,7 kali sampai 105,2 kali.
Masa bookbuilding akan berlangsung selama empat hari hingga 27 Agustus 2026.
Penawaran umum dijadwalkan akan dilaksanakan pada 2 hingga 8 September 2026.
Pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 10 September 2026.


