TIANJIN, Gonesia.com – Timnas voli putri Indonesia mengusung optimisme tinggi dalam menghadapi laga krusial kontra Thailand pada ajang AVC Women’s Volleyball Continental Championship 2026, Senin (24/8).
Kepercayaan diri skuad asuhan Marcos Sugiyama ini melonjak tajam setelah meraih kemenangan mengejutkan atas Kazakhstan di laga pembuka.
Pertandingan perdana yang berlangsung di Tianjin Olympic Center Gymnasium, China, pada Sabtu (22/8) lalu berakhir dengan skor telak 3-0.
Setiap set dalam laga tersebut berlangsung sengit dengan skor akhir 25-22, 25-22, dan 25-23 untuk keunggulan Indonesia.
Kemenangan ini menjadi bukti nyata peningkatan performa Medi Yoku dan rekan-rekan setimnya di panggung internasional.
Asisten pelatih Timnas voli putri Indonesia, Bobby Ade Saputra, menyatakan bahwa timnya telah melakukan kalkulasi matang terkait strategi lawan.
Menurut sumber berita JPNN.com, staf pelatih telah mengantisipasi keunggulan fisik pemain Kazakhstan jauh sebelum pertandingan dimulai.
“Sejak awal kami sudah mengantisipasi postur tinggi badan yang dimiliki para pemain Kazakhstan,” ujar suami dari Yolana Betha Pangestika itu.
Ia menambahkan bahwa adaptasi taktik menjadi kunci utama dalam meredam dominasi lawan di lapangan.
“Untuk itu kami mencoba bermain variasi untuk bisa lebih mudah mendulang angka dari serangan,” imbuhnya.
Strategi tersebut terbukti ampuh membalas kekalahan Indonesia pada pertemuan sebelumnya di ajang AVC Women’s Volleyball Cup 2026.
Kala itu, Srikandi Merah Putih harus mengakui keunggulan Kazakhstan dengan skor telak 0-3.
Kini, fokus utama tim beralih pada tantangan berat berikutnya melawan Thailand pada hari ini.
Thailand sendiri datang dengan catatan impresif setelah menundukkan Australia dengan skor 3-0 di laga pertama mereka.
Anak asuh Kiattipong Radchatagriengkai itu membukukan skor dominan yakni 25-15, 25-15, dan 25-18 atas Australia.
Melihat kekuatan lawan yang cukup besar, tim pelatih Indonesia menuntut disiplin tinggi dari seluruh pemain.
Bobby menegaskan bahwa konsistensi dalam menjalankan instruksi pelatih akan menjadi penentu hasil akhir di lapangan.
“Kami berharap di laga melawan Thailand bisa lebih menjalankan strategi yang kami inginkan. Semua pemain diharapkan menjalankan peran seusai yang diinstruksikan pelatih dengan baik,” ujar jebolan UNESA tersebut.
Partai ini diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas pemain Indonesia di kancah Asia.
Seluruh pemain diharapkan mampu mempertahankan intensitas permainan yang sama seperti saat menghadapi Kazakhstan.
Kemenangan atas Thailand akan membuka peluang lebar bagi Indonesia untuk melaju ke babak berikutnya dalam kompetisi ini.
Tim pelatih terus mematangkan skema permainan guna menyeimbangkan kekuatan Thailand yang dikenal memiliki pertahanan solid.
Keberhasilan di Tianjin tentu menjadi suntikan motivasi bagi seluruh anggota tim untuk terus memberikan hasil maksimal.
Dukungan penuh dari pendukung di tanah air diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi para pemain di arena pertandingan.


