Jakarta – Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4-4,25 persen, menjadi penurunan pertama sejak Desember.
Keputusan ini ternyata tak mampu mendongkrak pasar kripto, yang justru cenderung stagnan pada Rabu (17/9/2025).
Bitcoin, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, diperdagangkan di kisaran 115.000 – 116.000 dollar AS saat pengumuman The Fed.
Data dari Coinbase menunjukkan pergerakan harga Bitcoin yang minim, sempat menyentuh di bawah 115.000 dollar AS sebelum kembali naik ke sekitar 117.000 dollar AS pada malam hari.
Ethereum, mata uang kripto terbesar kedua, juga mengalami volatilitas yang terbatas. Harganya sempat naik dari 4.600 dollar AS menjadi 4.430 dollar AS, lalu kembali menguat ke 4.620 dollar AS.
Analis CryptoQuant, Julio Moreno, menilai pasar telah mengantisipasi pemangkasan suku bunga ini.
“Pasar memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 bps dengan probabilitas di atas 90 persen,” ujarnya.
Pendiri perusahaan fintech Glider, Brian Huang, juga berpendapat serupa, bahwa pasar kripto sudah memperhitungkan penurunan suku bunga.
Namun, beberapa analis melihat pemangkasan suku bunga sebagai sinyal positif.
Mitra pengelola perusahaan modal ventura Onigiri, Qin En Looi, meyakini bahwa langkah The Fed ini menandakan likuiditas yang kembali tersedia, sehingga meningkatkan sentimen pasar dalam jangka pendek.
Direktur derivatif penyedia data aset digital Amberdata, Greg Magadini, menekankan pentingnya independensi The Fed dalam mengambil kebijakan.
Ia menambahkan, pasar memproyeksikan lebih banyak modal akan masuk ke aset kripto jika The Fed tetap pada jalur dovish.
“Pemangkasan suku bunga mungkin akan menjadi langkah selanjutnya, tetapi adopsi yang nyatalah yang membuatnya tetap berjalan seiring waktu,” pungkasnya.

