JAKARTA – Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria, menegaskan bahwa kabar yang mewajibkan masyarakat memiliki tabungan di atas Rp 3 miliar untuk membeli Patriot Bond atau Merah Putih Bond adalah hoaks.
Dony membantah keras adanya aturan yang mengharuskan warga negara Indonesia membeli dua produk obligasi tersebut. Ia memastikan isu yang beredar di masyarakat tidak memiliki dasar hukum maupun rencana dari pemerintah.
“Tidak benar informasi tersebut. Isu itu hoaks. Tidak ada rencana pemerintah mewajibkan masyarakat Indonesia yang memiliki tabungan di atas Rp 3 miliar untuk membeli Patriot Bonds maupun Merah Putih Bonds,” tegas Dony dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 5 Juni 2026.
Isu kewajiban investasi ini muncul setelah disahkannya revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Regulasi tersebut memang memberikan mandat kepada Danantara untuk menerbitkan surat utang khusus.
Namun, Dony meluruskan bahwa Patriot Bond dan Merah Putih Bond dirancang murni sebagai instrumen investasi sukarela. Produk ini ditujukan bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan nasional tanpa adanya paksaan.
“Pemerintah dan Danantara berkomitmen menjalankan seluruh kebijakan investasi sesuai prinsip transparansi, tata kelola yang baik, serta menghormati hak masyarakat dalam mengambil keputusan investasi,” tambahnya.
Senada dengan Dony, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga memastikan tidak ada skema wajib beli bagi warga negara. Sebaliknya, pemerintah justru menyiapkan berbagai insentif menarik guna merangsang minat masyarakat dan investor untuk membeli surat utang tersebut secara sukarela.
“Enggak ada kewajiban, tetapi akan diberi insentif sehingga itu menarik bagi orang yang punya uang,” ujar Purbaya, Kamis, 4 Juni 2026.
Sebagai informasi, Danantara sebelumnya telah sukses menerbitkan Patriot Bond untuk menghimpun investasi domestik. Mengingat minat yang cukup positif, pemerintah saat ini juga tengah merencanakan penerbitan Patriot Bond jilid II.


