Jakarta – Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026 memicu desakan publik agar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) segera mengganti Patrick Kluivert. Di tengah gelombang kekecewaan ini, nama Jesus Casas mencuat sebagai kandidat kuat pelatih kepala baru yang dinilai layak menakhodai Skuad Garuda.
Kinerja Kluivert menjadi sorotan tajam setelah Timnas Indonesia tersingkir di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (1-0) memastikan langkah Indonesia terhenti, memicu kemarahan serta kekecewaan besar dari suporter.
Jesus Casas, pelatih asal Spanyol berusia 51 tahun, menjadi buah bibir di kalangan pencinta sepak bola nasional. Rekam jejaknya, terutama saat menangani Timnas Irak, dinilai cocok untuk mengangkat performa Tim Merah Putih.
Selama periode 2022-2025, Casas mengukir prestasi gemilang bersama Irak. Ia sukses mempersembahkan gelar juara Piala Teluk 2023, trofi pertama bagi Singa Mesopotamia sejak 1988. Di bawah asuhannya, Irak juga tampil mengesankan di Piala Asia 2023 dengan lolos ke babak 16 besar setelah menjadi juara grup, termasuk mengalahkan Jepang dan Indonesia.
Bahkan, Casas nyaris membawa Irak lolos ke Piala Dunia 2026. Perjalanan impresif mereka di putaran ketiga kualifikasi sayangnya harus kandas setelah hasil imbang 2-2 melawan Kuwait dan kekalahan 2-1 dari Palestina, membuat Yordania menyalip peluang mereka. Federasi Sepak Bola Irak (IFA) kemudian memutuskan untuk memecat Casas dan menggantikannya dengan Graham Arnold.
Sebelum menukangi Irak, Casas memiliki pengalaman sebagai asisten pelatih di klub Inggris Watford pada 2018. Ia kemudian menjadi bagian dari staf kepelatihan Luis Enrique di Timnas Spanyol hingga tahun 2022, mengasah kemampuannya di level tertinggi sepak bola internasional. Karier kepelatihannya sendiri dimulai dari tim muda Cadiz (2003-2009) dan beberapa tim amatir di Spanyol.
Dalam 33 pertandingan bersama Irak dari Januari 2023 hingga Mei 2025, Jesus Casas mencatatkan 20 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 9 kekalahan. Ini berarti persentase kemenangannya mencapai 66,6 persen, dengan torehan 75 gol dan kebobolan 51 gol.
Di antara kemenangan terbesar, Irak sukses melumat Yaman 5-0 di Piala Teluk 2023 dan membantai Timnas Indonesia 5-1 di Ronde 2 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sementara kekalahan terbesarnya termasuk saat ditundukkan Arab Saudi 1-3 dan Bahrain 0-2 di Piala Teluk 2024.
Lima pertandingan terakhirnya bersama Irak menunjukkan tantangan berat, di antaranya kekalahan dari Palestina (1-2) dan hasil imbang dengan Kuwait (2-2) di Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, serta kekalahan dari Arab Saudi (1-3) dan Bahrain (0-2) di Piala Teluk 2024.

