Jakarta – Yoga membalas dengan mengirimkan formulir pemesanan ambulans via WhatsApp. Dalam formulir itu, D menjelaskan minta didatangkan sebuah ambulans. Alamat yang dituju kawasan Thamrin. Ternyata alamat yang dimaksud adalah gedung perkantoran. Setibanya di tujuan, Yoga coba menghubungi kembali nomor pemesan. Belakangan diketahui, itu ulah debt collector atau penagih utang dari salah satu perusahaan pinjaman online.
"Pas saya sampai di sana, enggak tahunya ini jebakan utang," kata Yoga saat dihubungi, Rabu (15/4/2026).
Hal itu ia ketahui setelah kembali dihubungi seseorang lewat sambungan telepon. Nomornya, sama dengan yang menghubungi sebelumnya. Penelepon memperkenalkan diri sebagai penagih utang. Permintaannya dihubungkan dengan seseorang bernama Budi.
"Dihubungi sama debt collector yang nomornya sama dengan yang mesen ambulans. Minta si Budi lunasin utang," kata dia.
Tidak ada penjelasan rinci tentang jumlah utang. Namun, salah satu karyawan di sana mengabari bahwa orang yang dicari sedang tidak masuk kantor.
"Dia bilang sedang tidak masuk. Nah dia bilang utangnya cuma sedikit," ujar Yoga.
Dia mengaku berencana melaporkan kejadian itu ke polisi. Nomor penagih utang tersebut juga telah ia berikan kepada anggota polisi.
"Karena di kontak saya ada polisi," ujarnya.

