Jakarta – Analis Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS) Selamat Ginting menyoroti penunjukan Letkol Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet atau Seskab, yang menurutnya memunculkan kejanggalan dalam tata jabatan dan penghargaan di lingkungan militer.
Ginting mengungkapkan, Teddy baru 14 tahun menjadi anggota TNI namun sudah menerima Bintang Mahaputera Utama. Ia menyampaikan pernyataan itu saat dikutip pada Jumat, 5 Juni 2026.
“Memangnya Teddy ini siapa di militer? Anak kemarin sore sudah melampaui para bintang empat,” ujar Ginting, menirukan komentar seorang purnawirawan TNI berpangkat bintang tiga.
Ia menilai posisi Teddy sebagai prajurit aktif TNI yang menjabat Seskab juga tidak lazim. Menurut Ginting, jabatan itu membuat status Teddy bergeser ke level eselon 2, padahal posisi semacam itu belum memenuhi kriteria penerima penghargaan tersebut.
“Letkol pun bukan masuk kategori eselon 2 melainkan eselon 4,” kata dia.
Selain itu, Ginting menyebut kenaikan pangkat Teddy terjadi lebih dulu dibandingkan rekan seangkatan, bahkan para seniornya. Ia juga menilai penempatan perwira aktif TNI dalam jabatan di pemerintahan sipil itu bertentangan dengan Undang-Undang TNI.
“Jabatannya juga aneh bin ajaib, karena menyalahi UU TNI, khususnya bagi perwira aktif yang menduduki jabatan di pemerintahan sipil,” ujar Ginting.

