JAKARTA – Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melonjak signifikan pada awal perdagangan Rabu (19/11/2025). Penguatan ini terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diagendakan pada pukul 14.00 WIB, dengan fokus pada perombakan dewan direksi dan komisaris serta langkah diversifikasi bisnis perseroan.
Pada pukul 09.29 WIB, harga saham BUMI tercatat di level Rp 218, naik 4 poin atau 1,87 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Emiten batu bara dengan likuiditas tinggi ini menarik perhatian investor seiring prospek transformasinya.
Sepanjang awal sesi, saham BUMI sempat menyentuh level terendah Rp 214, sebelum bergerak stabil di atas Rp 218 dan bahkan menembus Rp 222. Meskipun demikian, harga kemudian kembali fluktuatif di rentang Rp 218-Rp 220.
Pengamat pasar modal, Reydi Octa, menilai BUMI memiliki prospek cerah ke depan. Menurutnya, keputusan perusahaan untuk tidak lagi hanya bergantung pada batu bara dan mulai merambah komoditas lain seperti emas merupakan sinyal positif bagi masa depan perseroan.
Reydi menjelaskan, perubahan manajemen kerap memengaruhi persepsi pasar terhadap prospek perusahaan. Namun, pergantian ini tidak otomatis memberikan dampak signifikan jika tidak diiringi langkah nyata, progres jelas, transparansi, serta eksekusi strategi yang konkret.
Selain itu, akuisisi penuh BUMI terhadap perusahaan tambang emas asal Australia, Wolfram Limited (WFL), juga menjadi faktor penting yang dapat memperkuat prospek perseroan. Kombinasi aksi korporasi ini dengan susunan manajemen baru berpotensi besar mendorong kinerja dan minat investor.
BUMI secara resmi memegang 100 persen saham WFL setelah membeli sisa 0,32 persen kepemilikan atau 400.670 lembar saham. Transaksi senilai Rp 2,21 miliar, setara 200.335 dollar Australia, ini dilakukan pada 7 November 2025, melengkapi pembelian 99,68 persen saham tahap pertama pada awal Oktober.
Total nilai transaksi akuisisi WFL mencapai Rp 698,98 miliar atau sekitar 63,5 juta dollar Australia. Perusahaan tambang asal Australia Barat tersebut berfokus pada komoditas tembaga dan emas, menandai langkah strategis BUMI untuk memperkuat diversifikasi bisnis di luar batu bara yang selama ini menjadi sumber pendapatan utamanya.
Meski prospeknya cerah, pasar kini menantikan bukti implementasi dan hasil konkret dari strategi transformasi tersebut dalam beberapa waktu ke depan. Perubahan manajemen dan akuisisi besar ini diharapkan menghasilkan perubahan yang solid, terukur, dan berdampak positif bagi perusahaan.


