IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Sabam Rajagukguk Dorong Perlindungan Nyata di Perbatasan Timor Leste

Denpasar – Anggota Komisi I DPR RI Sabam Rajagukguk meminta pengamanan di perbatasan Indonesia-Timor Leste dilakukan secara terukur sekaligus cepat merespons dinamika di lapangan. Ia menegaskan, kebijakan luar negeri bertetangga baik alias good neighbour policy tak boleh berhenti pada hubungan diplomatik, melainkan harus terasa dalam perlindungan nyata bagi warga yang tinggal di garis perbatasan.

Pernyataan itu ia sampaikan saat Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI di Markas Kodam IX/Udayana, Denpasar, Bali, Jumat (24/7/2026). Agenda kunjungan tersebut berfokus pada penguatan pertahanan wilayah perbatasan serta percepatan pemekaran Kodam baru.

Di hadapan jajaran pimpinan Kodam IX/Udayana, Sabam mengatakan pemerintah dan aparat perlu menghormati kesepakatan yang dibangun para tokoh masyarakat di perbatasan dalam semangat kebersamaan. Namun, ia mengingatkan TNI tetap harus hadir bila muncul situasi yang berpotensi menimbulkan rasa tidak aman.

“Kita menghargai kesepakatan antar tokoh masyarakat di perbatasan yang memanfaatkan wilayah secara bersama-sama dalam semangat persaudaraan. Namun jika ada dinamika di lapangan yang berpotensi menimbulkan rasa tidak aman bagi warga kita, TNI harus mengambil langkah perlindungan,” ujarnya.

Politikus Fraksi Partai Gerindra itu juga menilai hubungan bilateral yang sehat tidak cukup dibangun dari satu pihak saja. Menurut dia, kedua negara harus sama-sama menunjukkan komitmen dan saling menghormati kebiasaan maupun nilai lokal yang hidup di kawasan perbatasan.

Komisi I DPR Dukung Pembentukan Kodam Baru di NTT

“Bapak Presiden menekankan kebijakan luar negeri kita adalah good neighbour policy, tetapi prinsip good neighbour itu berlaku dua arah (it takes two to tango). Kita bersikap sebagai tetangga yang baik, dan tentu berharap pihak tetangga juga demikian, sehingga warga di perbatasan merasa tenang dan tidak ada perlakuan yang semena-mena,” kata Sabam.

Selain soal perlindungan wilayah, ia juga menyoroti kesiapan operasional prajurit di lapangan. Sabam mempertanyakan ketahanan logistik serta kecukupan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kodam IX/Udayana untuk mendukung patroli di kawasan perbatasan.

Komentar