IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Teknologi

QRIS: Grab dan OVO Integrasikan Pembayaran Digital di Seluruh Layanan Mereka

Jakarta – OVO kini secara resmi mengintegrasikan layanan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di aplikasinya, khususnya untuk transaksi di layanan Grab. Langkah ini menegaskan dukungan OVO terhadap inisiatif Bank Indonesia dalam memperluas adopsi QRIS, sekaligus memberikan kemudahan dan manfaat nyata bagi pengguna.

Chief Operating Officer OVO, Eddie Martono, menyampaikan komitmen perusahaannya terhadap pembayaran digital yang inklusif dan praktis. Ia berbicara dalam kegiatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2025, pada Senin, 10 November 2025.

Integrasi pembayaran QRIS di Grab merupakan upaya OVO untuk menghadirkan opsi transaksi yang lebih praktis dan sesuai dengan preferensi pengguna. Dalam ekosistem ini, rekening-wallet (rek-wallet) OVO Nabung by Superbank juga turut serta, menyatukan kemudahan rekening bank di dalam dompet digital OVO.

Selain itu, Eddie menjelaskan bahwa semua layanan Grab juga tetap menerima berbagai alat pembayaran lain. Hal ini dilakukan agar pengguna memiliki keleluasaan dalam memilih metode pembayaran sesuai kebutuhan sehari-hari mereka. Rek-wallet OVO Nabung by Superbank menjadi salah satu pilihan favorit pengguna.

Produk inovatif ini menggabungkan fungsi rekening tabungan dengan fleksibilitas dompet digital. Saldo yang tersimpan dapat langsung digunakan untuk bertransaksi sehari-hari, sekaligus secara otomatis mendapatkan bunga tabungan layaknya rekening bank.

Zhipu DeepSeek: Model AI Cina yang Setara ChatGPT dengan Harga Terjangkau

OVO Nabung by Superbank menawarkan bunga kompetitif sebesar 5 persen per tahun, tanpa batas saldo maupun biaya administrasi. Layanan ini didukung oleh PT Super Bank Indonesia yang telah mengantongi izin OJK dan menjadi peserta penjaminan LPS. Sejak diluncurkan pada Mei 2025, OVO Nabung telah dipercaya lebih dari 1 juta pengguna hanya dalam lima bulan.

Bank Indonesia mencatat bahwa generasi muda menjadi motor utama adopsi QRIS. Generasi Z menyumbang hampir 28 persen dari total pengguna, diikuti oleh milenial dengan kontribusi sekitar 26 persen. Hingga Juli 2025, data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan transaksi QRIS mencapai 162,7 persen secara tahunan.

Menurut Eddie, data ini membuktikan bahwa QRIS tidak lagi sekadar metode pembayaran alternatif, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Terutama bagi anak muda yang terbiasa bertransaksi digital untuk transportasi, pesan makanan, belanja online, hingga pembayaran di gerai luring dan UMKM.

Komentar