Jakarta – Sebuah truk Mitsubishi Taplooder pengangkut alat berat menabrak dan tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/7) dini hari. Insiden di Jalan Raya Kapten Tendean itu menyebabkan struktur JPO mengalami kerusakan cukup parah, meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebut kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, tepat di depan Hotel Terrazztree. Kendaraan bernomor polisi B-9077-UFU itu dikemudikan Jony Anri Siahaan (28) dari arah timur menuju barat.
Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menjelaskan, truk itu membawa muatan alat berat di bagian belakang. Saat melintas di bawah JPO, ketinggian muatan diduga tidak dihitung dengan tepat sehingga benturan tak terhindarkan.
“Sesampainya di lokasi, muatan alat berat yang diangkut oleh truk tersebut tersangkut pada fisik JPO,” ujar Ojo di Jakarta, Selasa.
Benturan keras tersebut membuat bagian bangunan JPO rusak. Petugas yang datang ke lokasi kemudian langsung mengamankan area kejadian dan melakukan pendataan awal.
Polisi turut menyita truk Mitsubishi Taplooder serta satu lembar SIM BII Umum atas nama Jony Anri sebagai barang bukti untuk penyelidikan lanjutan.
Dari keterangan BPBD Jakarta Selatan, sopir diduga sempat terdistraksi ponsel saat berkendara. Kasatgas BPBD Jakarta Selatan Sukendar mengatakan pengemudi sebenarnya melihat ada JPO di jalur tersebut, tetapi perhatiannya terfokus pada handphone.
“Pengemudi melihat bahwasanya ada jembatan JPO. Namun, tanpa disadari pengemudi dalam kondisi fokus pada handphone,” kata Sukendar.
Ia menambahkan, selain soal distraksi, sopir juga tidak memperhitungkan batas maksimal tinggi muatan. Kondisi itu membuat unit yang diangkut menyangkut pada bagian jembatan dan merusak konstruksi JPO secara berat.
Sukendar menyebut truk tersebut tengah membawa alat berat dari kawasan Summarecon Bogor menuju Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan. Akibat insiden itu, bagian tangga JPO terlihat terpisah dari badan jembatan dan salah satu kaki penyangga terangkat setelah dihantam kendaraan crane yang melintas di bawahnya.
Sementara itu, sopir truk Andre (28) memberikan penjelasan berbeda. Ia mengatakan dirinya dan seorang rekannya, Fajar (25), saat itu sedang mengandalkan aplikasi peta untuk mencari lokasi tujuan.
“Kami dua kilometer lagi sampai. Kami fokus lihat maps,” kata Andre di lokasi kejadian.
Andre mengaku tidak mengantuk ketika mengemudi. Ia juga menyebut baru pertama kali melewati jalur tersebut setelah berangkat sekitar pukul 00.00 WIB.
“Baru ini lewat sini. Belum tahu jalannya,” ujarnya.


