JAKARTA -, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan, bencana banjir yang melanda Sumatera bagian utara harus menjadi titik balik krusial untuk memperbaiki tata kelola hutan dan lingkungan di Tanah Air. Menurutnya, bencana ini secara jelas menyingkap kesalahan mendasar dalam pengelolaan lingkungan, sebagaimana pernah disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo, dalam salah satu pidatonya, menyebut penebangan hutan liar yang tidak terkontrol sebagai kontributor besar terhadap terjadinya bencana. Oleh karena itu, meskipun merasakan duka mendalam, Raja Juli menilai momen ini sangat baik untuk mengevaluasi kebijakan.
Raja Juli berharap penanganan banjir di Sumatera bagian utara dapat segera tuntas dan tidak meluas ke wilayah lain. Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya berhenti pada evaluasi, tetapi langsung mengambil langkah-langkah konkret di lapangan.
Salah satu langkah tersebut adalah penyerahan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat di Kuantan Singingi. Penyerahan ini merupakan bentuk penguatan hak masyarakat lokal yang dinilai paling mampu menjaga kelestarian hutan.
“Legalitas ini memberi mereka ruang lebih besar untuk berkontribusi dalam menjaga hutan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga meninjau Taman Nasional Tesso Nilo untuk memastikan upaya restorasi terus berjalan. Restorasi bertujuan agar habitat Gajah Sumatera Domang dan keluarganya tidak terganggu.
Raja Juli menegaskan komitmen pemerintah dalam memperbaiki pengelolaan hutan secara menyeluruh sebagai respons atas bencana. Kunjungan kerjanya selama dua hari ke Riau menjadi contoh nyata apa yang akan dikerjakan di tempat lain, termasuk evaluasi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan daerah-daerah lainnya.


