Buenos Aires – Media Argentina, Capital de Noticias (CDN), telah merilis dokumen otentik yang secara tegas membuktikan gelandang Imanol Machuca tidak memiliki keturunan Malaysia. Temuan ini mengukuhkan bahwa Machuca tidak memenuhi syarat untuk memperkuat Tim Nasional Malaysia melalui jalur naturalisasi, sebuah klaim yang sebelumnya diajukan oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Verifikasi langsung yang dilakukan CDN ke Catatan Sipil setempat menunjukkan bahwa nenek Machuca, Concepcion Agueda Alaniz, lahir di Roldan, Argentina, bukan di Penang, Malaysia. Bukti ini merupakan bagian krusial dalam skandal pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi yang telah menjatuhkan sanksi denda dari FIFA kepada FAM.
FIFA sebelumnya menjatuhkan denda sebesar 350.000 franc Swiss kepada FAM, ditambah denda 2.000 franc Swiss kepada masing-masing tujuh pemain yang terlibat. Penolakan banding FAM oleh FIFA semakin memperkuat keputusan tersebut, termasuk larangan bermain selama 12 bulan bagi para pemain.
Dalam laporannya, CDN menyertakan bukti berupa akta kelahiran nenek Machuca yang terdaftar di Catatan Sipil Provinsi Santa Fe. Bukti tambahan berupa akta nikah Concepcion Agueda Alaniz dengan Jorge Luis Saracho, yang juga lahir di Roldan, semakin mempertegas bahwa tidak ada dokumen yang menghubungkan keluarga Machuca dengan Malaysia.
CDN juga memastikan bahwa buyut Machuca lahir di Argentina, sehingga seluruh lini keturunan pemain tersebut tidak memiliki kaitan dengan Malaysia. Penelusuran ini membantah pernyataan Machuca sebelumnya dalam sebuah wawancara bahwa ia memiliki hak membela Malaysia melalui jalur neneknya.
Dari tujuh pemain yang diselidiki dalam skandal ini, Imanol Machuca dan Facundo Garces keduanya berasal dari Santa Fe, Argentina. Kasus ini telah menjadi salah satu polemik naturalisasi terbesar di sepak bola Asia.
Menyusul penolakan banding oleh FIFA, FAM berencana membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Jika upaya banding di CAS juga gagal, sanksi lebih lanjut dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) berpotensi berdampak signifikan pada keikutsertaan Timnas Malaysia dalam kompetisi resmi.

