JAKARTA, Gonesia.com – PT Indika Energy Tbk (INDY) tengah mengevaluasi opsi strategis untuk mendivestasi aset pertambangan batubara miliknya, PT Kideco Jaya Agung, dengan nilai valuasi yang ditaksir menembus angka US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 18,1 triliun.
Langkah ini diambil perusahaan sebagai bagian dari restrukturisasi portofolio aset energi yang selama ini menjadi tulang punggung operasional mereka.
Informasi mengenai rencana penjualan aset bernilai jumbo ini pertama kali mencuat melalui laporan Stockbit Sekuritas yang mengutip data dari Bloomberg.
Perseroan dikabarkan telah menggandeng sejumlah penasihat keuangan profesional untuk memuluskan proses penjajakan divestasi tersebut.
Manajemen INDY saat ini dilaporkan sedang aktif menghubungi berbagai calon pembeli potensial di pasar untuk mengukur minat investasi terhadap aset tambang tersebut.
Kepemilikan saham INDY di Kideco Jaya Agung tercatat cukup dominan dengan porsi mencapai 91 persen.
Kendati proses diskusi mengenai potensi pelepasan aset tersebut sedang berjalan, pihak perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait kebenaran kabar tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pembahasan ini masih berada pada tahap awal dan bersifat dinamis.
Perusahaan terbuka pada kemungkinan untuk tetap mempertahankan aset tersebut jika tawaran yang masuk tidak sesuai dengan ekspektasi valuasi internal.
Hingga saat ini, perwakilan resmi dari INDY maupun pihak Kideco Jaya Agung belum menanggapi permintaan konfirmasi terkait isu divestasi ini.
Pasar merespons positif kabar tersebut, yang terlihat dari lonjakan signifikan pada harga saham emiten berkode INDY di lantai bursa.
Pada perdagangan intraday hari ini, Kamis (16/7/2026), harga saham perusahaan melesat tajam sebesar 8,04 persen.
Aksi beli investor mendorong harga saham INDY bertengger di posisi Rp 2.420 per lembar saham.
Kenaikan harga saham ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap potensi perbaikan struktur keuangan perusahaan pasca-divestasi.
Langkah strategis ini dinilai sejalan dengan tren transisi energi yang sedang gencar dilakukan oleh berbagai perusahaan energi besar di Indonesia.
Divestasi aset batubara dipandang sebagai jalan bagi INDY untuk mengalihkan fokus modal ke sektor bisnis berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan.
Analis pasar mencatat bahwa nilai US$ 1 miliar merupakan angka yang cukup kompetitif untuk aset pertambangan di kelas Kideco Jaya Agung.
Proses negosiasi diprediksi akan berlangsung alot mengingat posisi strategis Kideco dalam peta produksi batubara nasional.
Ke depan, langkah INDY dalam memfinalisasi rencana ini akan menjadi penentu arah strategi bisnis perusahaan dalam jangka panjang.
Para investor saat ini masih menanti pernyataan resmi dari manajemen perusahaan perihal kepastian transaksi tersebut.
Volatilitas harga saham INDY diperkirakan masih akan berlanjut seiring menanti perkembangan kabar dari meja negosiasi.


