Gorontalo – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendampingi 120 anak dari enam Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Provinsi Gorontalo berbelanja perlengkapan sekolah menggunakan kupon senilai Rp500 ribu per anak. Kegiatan ini digelar untuk membantu pemenuhan kebutuhan pendidikan menjelang tahun ajaran baru, sekaligus mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Anak-anak penerima manfaat berasal dari LKSA Darul Mubiin, LKSA Moosalamati, Panti Asuhan Safaz’ain, Panti Anak P3K PW, Panti Nurul Qolbi, dan Panti Marhamah. Dalam suasana yang hangat, Wapres berbaur langsung dengan mereka, berbincang sambil mendengarkan cita-cita masing-masing, serta memastikan barang yang dipilih sesuai kebutuhan sekolah.
Salah satu penerima bantuan, Milatun Husna (14), siswi yang akan naik ke kelas IX MTs Nurul Yaqin dan merupakan anak asuh Panti Asuhan Safaz’ain, mengaku sangat terbantu. Ia membeli tas, buku, alat tulis, dan seragam sekolah dari kupon yang diterimanya.
“Hari ini saya membeli tas, buku, alat tulis, dan seragam sekolah. Saya senang sekali dan merasa terbantu,” kata Milatun.
Milatun yang bercita-cita menjadi apoteker berharap program serupa dapat dirasakan lebih banyak anak di Indonesia. Ia juga menitipkan doa untuk Presiden dan Wakil Presiden.
“Semoga Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden selalu sehat, dapat menjaga Indonesia dengan baik, dan terus berbagi dengan sesama,” ujarnya.
Kebahagiaan serupa dirasakan Risnaniwati, ibu dari Annisa Putri Wahyudin, siswi kelas II sekolah dasar yang turut menerima kupon belanja. Menurut dia, bantuan tersebut meringankan beban keluarga karena masih ada anak yang kuliah dan seorang lagi bersekolah di jenjang SMA.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Saya masih memiliki anak yang kuliah dan satu lagi di SMA, sehingga kebutuhan sekolah cukup besar. Dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu,” tutur Risnaniwati.
Ia menilai bantuan perlengkapan sekolah sangat berarti bagi keluarga menjelang tahun ajaran baru yang dimulai pada Juli mendatang.
Dari kalangan pengelola panti, Wakil Ketua Forum LKSA Provinsi Gorontalo sekaligus Ketua Yayasan Moosalamati, Niko Ismail, menyebut kegiatan itu sangat membantu anak-anak asuh dan para pengurus. Ia mengatakan pengadaan seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah selalu menjadi tantangan rutin setiap tahun.
“Setiap memasuki tahun ajaran baru, kami para pengurus panti biasanya pusing memikirkan pengadaan baju sekolah, sepatu, dan buku tulis. Setiap tahun kami harus menyurat ke donatur-donatur untuk meminta bantuan, tetapi kadang jumlahnya belum mencukupi,” ujar Niko.
Ia bersyukur karena kali ini kebutuhan anak-anak panti bisa terbantu melalui kegiatan tersebut tanpa harus kembali mengirim surat permohonan bantuan.
“Alhamdulillah, kali ini kami tidak perlu menyurat lagi. Rezekinya datang sendiri. Walaupun belum semua anak terfasilitasi, kami sangat bersyukur karena sebagian kebutuhan mereka sudah terbantu,” ucapnya.

