News

Gencatan Senjata Israel-Libanon Diperpanjang Tiga Pekan: Simak Detailnya!

WASHINGTON D.C. – Israel dan Libanon sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya telah berlangsung selama tiga pekan. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan harapan akan terwujudnya pertemuan bersejarah antara kedua negara untuk mencapai kesepakatan damai.

Trump, yang tengah menghadapi kebuntuan negosiasi dengan Iran, mengungkapkan optimismenya terhadap prospek perdamaian di Libanon, meskipun di tengah eskalasi ketegangan dengan adanya serangan roket dari Hizbullah setelah serangan Israel.

“Saya pikir ada peluang yang sangat baik untuk mencapai perdamaian. Saya pikir itu akan mudah,” ujar Trump kepada wartawan saat bertemu dengan duta besar kedua negara di Gedung Putih. Pertemuan ini terbilang unik mengingat Israel dan Libanon tidak memiliki hubungan diplomatik formal.

Trump mengumumkan bahwa perpanjangan gencatan senjata ini akan berlangsung selama tiga pekan ke depan. Gencatan senjata awal sendiri diumumkan setelah pertemuan pertama antara para duta besar pada 14 April dan sedianya akan berakhir pada hari Minggu.

Lebih lanjut, Trump berharap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Libanon Joseph Aoun dapat bertemu dengannya di Gedung Putih selama masa gencatan senjata ini. Kedua pemimpin tersebut direncanakan akan hadir “dalam beberapa minggu ke depan.”

Ammar Zoni Divonis 7 Tahun: Reaksi Dokter Kamelia Terungkap

Sebelumnya, Aoun membantah pernyataan Trump terkait rencana pembicaraan melalui telepon dengan Netanyahu.

Para pejabat Libanon sebelum pertemuan tersebut menyatakan bahwa mereka mengupayakan perpanjangan gencatan senjata selama satu bulan. Aoun menekankan bahwa perpanjangan ini harus mencakup “penghentian penghancuran rumah dan serangan terhadap warga sipil, tempat ibadah, jurnalis, dan sektor medis serta pendidikan.”

Bulan lalu, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Libanon yang mengakibatkan lebih dari 2.450 korban jiwa dan menyebabkan satu juta orang mengungsi, menurut data dari pihak berwenang.

Serangan tersebut merupakan respons terhadap tembakan dari Hizbullah, yang bersumpah untuk membalas dendam atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, oleh Israel pada awal perang AS-Israel pada 28 Februari.

Israel telah melakukan serangan hampir setiap hari ke wilayah selatan Libanon sebelum 2 Maret, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah disepakati pada November 2024.

PKB: Masa Jabatan Ketum Tak Terkait Pemberantasan Korupsi

Duta Besar Israel untuk Washington, Yechiel Leiter, menyatakan bahwa negaranya menginginkan kesepakatan damai dengan pemerintah Libanon. Ia meyakini bahwa Hizbullah telah melemah akibat serangan terhadap sekutunya, Iran.

“Kami bersatu dengan pemerintah Libanon dalam keinginan untuk membersihkan negara ini dari pengaruh jahat Hizbullah,” kata Leiter.

Kedua negara telah terlibat konflik selama beberapa dekade dan, hingga pekan lalu, belum pernah bertemu secara langsung sejak tahun 1993.

Kekerasan Terbaru

Di saat para duta besar bertemu dengan Trump, Hizbullah mengumumkan bahwa mereka telah menembakkan roket ke wilayah utara Israel sebagai tanggapan atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Israel mengklaim bahwa peluncuran tersebut berhasil dicegat.

8 Festival Bhutan: Keajaiban Budaya dan Alam yang Memukau

Serangan Israel menewaskan lima orang di Libanon pada hari Rabu, karena Israel terus menyerang target yang mereka klaim sebagai posisi Hizbullah, meskipun gencatan senjata sedang berlangsung.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan serangan drone Israel terhadap sebuah kendaraan di dekat Nabatieh, sekitar 35 kilometer utara perbatasan dengan Israel.

Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, Israel mengklaim memiliki hak untuk bertindak terhadap “serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung.”

Hizbullah juga mengklaim telah melakukan setidaknya dua serangan terhadap pasukan Israel di wilayah selatan Libanon dan mengatakan bahwa mereka menargetkan drone pengintai.

Salah satu korban tewas pada hari Rabu adalah seorang jurnalis surat kabar Lebanon, Amal Khalil.

Pasukan Israel juga telah menduduki desa-desa di wilayah selatan Lebanon dalam “zona keamanan” yang diklaim sepihak dengan kedalaman 10 kilometer dari perbatasannya.

Iran telah menetapkan gencatan senjata di Libanon sebagai syarat untuk melanjutkan pembicaraan dengan Washington tentang pengakhiran permanen perang yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.

Iran menolak untuk menghadiri putaran kedua pembicaraan dengan Amerika Serikat minggu ini karena blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung. Meskipun demikian, Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu.

Komentar

Berita Populer

01

Pemprov DKI Jakarta Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah

02

KPK Panggil Bos Rokok HS Guna Dalami Dugaan Korupsi Cukai Bea Cukai

03

BGN Umumkan Revisi Juknis MBG 2026, Nomenklatur Personel SPPG Berubah

04

Menaker Dorong PVN 2026 Bandung Siapkan Lulusan Kerja

05

Pemkab Lima Puluh Kota Tengahi Konflik Masyarakat

06

Zigo Rolanda Dorong Infrastruktur Sumbar, Masuk Top 10 Golkar

07

Boyamin Saiman Kirim Banner Sindir KPK Izinkan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah

08

Wamen KKP Ajak Pelaku Usaha Gunakan Stelina Tingkatkan Daya Saing Ekspor

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com