News

8 Festival Bhutan: Keajaiban Budaya dan Alam yang Memukau

THIMPHU – Bhutan kini menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang mendambakan *slow travel* dan perjalanan penyembuhan (*healing*). Kerajaan yang dikenal sebagai “Negeri Naga Guntur” ini menawarkan perpaduan harmonis antara ketenangan alam, kedalaman spiritual, dan kekayaan budaya yang dapat dinikmati sepanjang tahun.

Direktur Departemen Pariwisata Bhutan, Damcho Rinzin, mengungkapkan bahwa Bhutan bukan sekadar tempat wisata, melainkan sebuah perjalanan melintasi waktu. Ia mengundang wisatawan untuk merasakan interaksi bermakna dengan masyarakat lokal serta menikmati lanskap yang menakjubkan di setiap musim.

Bhutan memiliki daya tarik unik di setiap periode. Musim dingin (Desember–Februari) menyajikan pemandangan pegunungan bersalju yang tenang, sementara musim semi (Maret–Mei) memanjakan mata dengan mekarnya bunga rhododendron dan anggrek.

Saat musim panas (Juni–Agustus), lembah Bhutan berubah menjadi hamparan hijau yang ideal untuk kegiatan *trekking*, arung jeram, hingga *fly-fishing*. Puncaknya, musim gugur (September–November) menghadirkan festival budaya besar dengan langit cerah yang sempurna untuk menikmati panorama pegunungan.

Departemen Pariwisata Bhutan telah merilis kalender festival yang wajib dikunjungi dalam enam bulan ke depan untuk memberikan pengalaman budaya yang otentik:

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Tidak Akan Terapkan Tarif di Selat Malaka

1. Rhododendron Week (3–9 April 2026, Trashigang): Menjelajahi keindahan lebih dari 40 spesies bunga rhododendron melalui *nature walk*.
2. Haa Spring Festival (7-9 April 2026, Haa Valley): Merayakan tradisi nomaden, kuliner lokal, dan kerajinan tangan khas masyarakat setempat.
3. Rhododendron Festival (22–23 April 2026, Royal Botanical Park): Memadukan edukasi ekosistem dengan pertunjukan seni dan kuliner.
4. Great Yeti Quest (8-9 Mei 2026, Trashigang): Petualangan bertema legenda Yeti dengan trekking dan interaksi bersama masyarakat semi-nomaden Brokpa.
5. Matsutake Festival (15-16 Agustus di Genekha & 23-24 Agustus 2026 di Ura): Perayaan panen jamur Matsutake yang melibatkan wisata kuliner dan edukasi praktik pemanenan berkelanjutan.
6. Thimphu Drubchen (17 September 2026, Thimphu): Ritual sakral tarian topeng (Cham) di Tashichho Dzong sebagai permohonan perlindungan bagi negeri.
7. Thimphu Tshechu (21–23 September 2026, Thimphu): Salah satu festival terbesar Bhutan yang dipenuhi ritual keagamaan dan kemeriahan budaya.
8. Bathing Carnival (22–24 September 2026, Pemagatshel): Menawarkan pengalaman *wellness* khas Bhutan melalui pemandian herbal dan *hot-stone*.

Damcho Rinzin menekankan bahwa kalender festival ini mencerminkan tradisi yang terus lestari serta kehangatan masyarakat Bhutan. Bagi wisatawan yang berencana berkunjung, disarankan untuk menggunakan jasa operator tur berlisensi resmi. Hal ini bertujuan agar pengalaman wisata tetap bermakna, mendukung pelestarian budaya, serta memastikan keterlibatan positif dengan masyarakat setempat.

Komentar

Berita Populer

01

Pemprov DKI Jakarta Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah

02

KPK Panggil Bos Rokok HS Guna Dalami Dugaan Korupsi Cukai Bea Cukai

03

BGN Umumkan Revisi Juknis MBG 2026, Nomenklatur Personel SPPG Berubah

04

Menaker Dorong PVN 2026 Bandung Siapkan Lulusan Kerja

05

Pemkab Lima Puluh Kota Tengahi Konflik Masyarakat

06

Zigo Rolanda Dorong Infrastruktur Sumbar, Masuk Top 10 Golkar

07

Boyamin Saiman Kirim Banner Sindir KPK Izinkan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah

08

Wamen KKP Ajak Pelaku Usaha Gunakan Stelina Tingkatkan Daya Saing Ekspor

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com