ZURICH – FIFA resmi melonggarkan aturan terkait larangan membawa botol air minum ke dalam stadion selama gelaran Piala Dunia 2026. Kebijakan ini diambil setelah aturan sebelumnya menuai kritik tajam karena dinilai dapat mengancam kesehatan suporter yang harus menyaksikan pertandingan di tengah cuaca panas.
Dalam aturan terbaru, FIFA menegaskan bahwa suporter diperbolehkan membawa satu botol air plastik sekali pakai yang masih dalam kondisi tersegel dari pabrik.
Kepala Operasional Piala Dunia 2026, Heimo Schirgi, menjelaskan bahwa setiap penonton diizinkan membawa botol air berbahan plastik lunak dengan kapasitas maksimal 20 ons atau 560 mililiter.
“Setiap penonton dapat membawa satu botol air minum sekali pakai berbahan plastik lunak yang masih tersegel dari pabrik ke dalam stadion,” ujar Schirgi.
Meski demikian, FIFA tetap memberlakukan larangan ketat bagi penonton yang ingin membawa botol minum berbahan keras yang dapat digunakan kembali (*reusable*). Schirgi menegaskan bahwa kebijakan ini diambil murni demi alasan keamanan.
“Wadah air dengan dinding keras yang dapat ditutup kembali tidak diperbolehkan karena berisiko menimbulkan masalah keselamatan dan keamanan di area stadion,” jelasnya.
Perubahan aturan ini tergolong dinamis. Sebelumnya, pedoman resmi stadion sempat menyatakan bahwa botol plastik transparan yang dapat digunakan kembali dengan kapasitas hingga satu liter diperbolehkan. Namun, mendekati *kick-off* turnamen, FIFA sempat melarang berbagai jenis botol untuk meminimalisir risiko cedera akibat lemparan benda ke lapangan atau ke arah penonton lain.
Untuk memastikan kebutuhan hidrasi penonton tetap terjaga, FIFA berkomitmen menyediakan pasokan air minum yang mudah diakses di seluruh area stadion. Pihak penyelenggara juga menjamin harga jual air minum di dalam stadion tidak akan dikenakan biaya tambahan di luar harga normal yang berlaku di lokasi pertandingan.
Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang dipastikan akan membawa nuansa berbeda. Salah satu perubahan paling signifikan adalah penambahan jumlah kontestan dari 32 menjadi 48 tim.
Meskipun sistem baru ini dinilai akan memperpanjang fase gugur, kehadiran negara-negara debutan maupun tim yang telah lama absen di pentas Piala Dunia diharapkan mampu menyuguhkan warna baru serta daya tarik tersendiri bagi pecinta sepak bola global.

