IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Donald Trump Teken Perpres, ByteDance Divestasi Saham TikTok di AS Kurang 20 Persen.

Washington D.C. – Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan ByteDance, perusahaan induk aplikasi video pendek TikTok, untuk mendivestasi (melepas kepemilikan) operasionalnya di AS. Keputusan ini diambil guna mencegah pemblokiran aplikasi populer tersebut di tengah kekhawatiran terkait privasi data pengguna.

Perintah eksekutif ini, yang diteken Trump pada Kamis (25/9/2024) di Ruang Oval Gedung Putih, memberikan ByteDance waktu 120 hari untuk mengalihkan kendali atau menjual aset-aset TikTok di AS kepada konsorsium investor Amerika. Raksasa perangkat lunak Oracle dikonfirmasi menjadi salah satu investor utama.

Langkah ini merupakan respons terhadap undang-undang yang disahkan Kongres, *Protecting Americans from Foreign Adversary Controlled Applications Act (PAFACA)* pada 24 April 2024. Undang-undang tersebut mengharuskan ByteDance menjual asetnya di AS demi alasan keamanan nasional dan perlindungan privasi data.

“Kami ingin TikTok tetap beroperasi, tetapi kami juga ingin memastikan bahwa kami melindungi privasi data warga Amerika sebagaimana diwajibkan oleh hukum,” ungkap Wakil Presiden JD Vance saat penandatanganan di Ruang Oval.

Ia menambahkan, kesepakatan divestasi ini bernilai sekitar USD 14 miliar atau setara Rp 234 triliun. Gedung Putih menegaskan, data pengguna AS akan sepenuhnya dikendalikan oleh investor asal Amerika.

BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

Selain Oracle, Vance juga menyebut nama taipan media Rupert Murdoch dan miliarder teknologi Michael Dell sebagai calon investor, meski rincian peran mereka belum diungkap.

Sumber yang mengetahui kesepakatan ini menyebut bahwa konsorsium investor, yang mencakup Oracle, MGX, dan perusahaan ekuitas swasta Silver Lake, akan mengakuisisi sekitar 50 persen saham TikTok AS. Laporan dari media lain mengindikasikan ketiga investor ini akan memegang total 45 persen kepemilikan gabungan, dengan masing-masing investor memegang 15 persen saham.

Sesuai ketentuan PAFACA, ByteDance akan mempertahankan kurang dari 20 persen saham di TikTok AS. MGX sendiri adalah perusahaan investasi kecerdasan buatan dan mitra Silver Lake, yang berada di bawah lingkup Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, penasihat keamanan nasional Uni Emirat Arab.

Gedung Putih berjanji akan mengumumkan daftar lengkap investor dalam beberapa hari ke depan. Namun, beberapa ahli mengkhawatirkan keterlibatan Larry Ellison dari Oracle, yang dikenal sebagai sekutu dekat Trump, dapat memengaruhi konten di TikTok agar sesuai dengan pandangan politik tertentu.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Gedung Putih membantah kemungkinan distorsi konten. Trump sendiri menegaskan bahwa setiap perspektif akan diperlakukan secara adil di bawah kepemilikan baru.

Adang Soroti Kesiapan Polres Jakut Terapkan KUHP-KUHAP Baru

Komentar

Berita Populer

01

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

04

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

05

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

06

Polres Tanah Datar Tangkap Mahasiswa Diduga Edarkan Sabu

07

BSPS Bangun Rumah Layak, Hidupkan Ekonomi Lokal

08

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

Berita Terbaru