IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Kinerja Positif, Simak Rekomendasi Saham Jasa Marga (JSMR) Hari Ini

Gedung kantor pusat PT Jasa Marga Tbk di Jakarta
PT Jasa Marga Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 2,01 persen pada semester I 2026.

Jakarta, Gonesia.com – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan perbaikan kualitas fundamental bisnis yang signifikan sepanjang semester I 2026, meski secara agregat pendapatan perusahaan mengalami penurunan.

Laba bersih perseroan tercatat tumbuh 2,01% secara tahunan menjadi Rp 1,91 triliun hingga akhir Juni 2026.

Penurunan pendapatan total sebesar 6% menjadi Rp 13,11 triliun dinilai bukan ancaman serius bagi operasional perusahaan.

Penyusutan angka pendapatan tersebut dipicu oleh melambatnya sektor konstruksi yang memiliki margin keuntungan sangat tipis.

Sebaliknya, segmen bisnis inti yakni pendapatan tol justru menunjukkan kinerja yang kuat dengan pertumbuhan 6,8% menjadi Rp 9,50 triliun.

Wall Street Melemah di Awal September, Indeks Nasdaq Anjlok 1,29%

Pendapatan dari lini usaha lainnya juga mencatatkan kenaikan impresif sebesar 17,6% menjadi Rp 798,2 miliar.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menyebutkan bahwa peningkatan laba ini membuktikan efektivitas strategi perusahaan.

“Peningkatan laba bersih menunjukkan kemampuan JSMR memonetisasi kenaikan tarif sekaligus mempertahankan margin,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyesuaian tarif serta beroperasinya Jasamarga Jogja–Solo seksi 1.2A menjadi motor utama pertumbuhan trafik.

Selain itu, efisiensi operasional berhasil menekan beban pokok pendapatan hingga 15,8% menjadi Rp 7 triliun.

BEI Tunda Aturan Batas Bawah Harga Saham Rp1, Ini Alasannya

Direktur Utama JSMR, Rivan A Purwantono menyatakan bahwa posisi keuangan perusahaan tetap kokoh untuk mendukung rencana strategis ke depan.

“Capaian EBITDA ini memperkuat kapasitas perseroan dalam menghasilkan arus kas yang solid untuk memenuhi kewajiban finansial, sekaligus mendukung agenda investasi dan ekspansi usaha secara berkelanjutan,” katanya.

EBITDA perseroan tercatat mencapai Rp 7 triliun dengan margin yang terjaga stabil di level 67,8%.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ester Mulyani, menyoroti perbaikan pada struktur pendapatan perusahaan secara keseluruhan.

Menurutnya, jika pendapatan konstruksi dikeluarkan, pendapatan inti JSMR sebenarnya tumbuh sekitar 7,6% menjadi Rp 10,3 triliun.

Rupiah Menguat Tipis, Investor Nantikan Data Inflasi dan Perdagangan

Ia menambahkan bahwa kenaikan laba kali ini lebih banyak ditopang oleh perbaikan revenue mix dan operating leverage, bukan hanya faktor non-operasional.

Prospek bisnis pada semester II 2026 diproyeksikan akan semakin membaik seiring dengan ramp-up ruas jalan tol baru.

Katalis positif lainnya bagi perusahaan adalah potensi optimalisasi aset melalui skema Danantara yang dapat mempercepat proses deleveraging.

Meski demikian, beban bunga dan utang yang mencapai Rp 73,4 triliun masih menjadi faktor pemberat yang harus diwaspadai investor.

Hingga saat ini, beban keuangan tercatat mencapai Rp 1,79 triliun, atau sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sukarno merekomendasikan beli untuk saham JSMR dengan target harga mencapai Rp 3.850 per lembar.

Sementara itu, Ester merekomendasikan strategi buy on breakout di atas level Rp 3.000 dengan target harga antara Rp 3.100 hingga Rp 3.200 per saham.

Komentar

Berita Populer

01

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

02

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

03

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

04

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

05

Polres Tanah Datar Tangkap Mahasiswa Diduga Edarkan Sabu

06

BSPS Bangun Rumah Layak, Hidupkan Ekonomi Lokal

07

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

08

BBPJN Jawa Tengah-Yogyakarta Siapkan Ribuan Sak Aspal, Percepat Perbaikan Jalur Mudik

Berita Terbaru