Gonesia – Penjaga gawang utama Real Madrid, Thibaut Courtois, secara tegas menepis berbagai isu miring mengenai hubungan pelatih Xabi Alonso dengan para pemain. Courtois menegaskan, suasana ruang ganti tim tetap positif dan kondusif, sekaligus memuji gaya kepelatihan Alonso yang modern.
Kiper asal Belgia itu menyatakan, kebisingan di luar lapangan seringkali terlalu dibesar-besarkan daripada kondisi sebenarnya di dalam tim. Ia menyebut, kritik biasanya muncul hanya karena hasil imbang atau kekalahan, padahal setiap pertandingan, terutama laga tandang seperti melawan Rayo Vallecano, selalu menghadirkan tantangan.
“Saya rasa selalu ada lebih banyak kebisingan di luar daripada di dalam. Selalu ada kritik hanya karena hasil imbang,” kata Courtois dikutip dari Football Espana. “Bermain di kandang Rayo selalu sulit. Kami harus meningkatkan diri. Sekarang kami menghadapi bulan yang sulit. Kami harus mengalahkan Elche.”
Menggambarkan perbedaan antara kedua pelatih yang pernah menanganinya, Courtois menyebut Carlo Ancelotti seperti sosok ayah atau kakek bagi para pemain. Sementara itu, Xabi Alonso memiliki pendekatan yang lebih modern dalam melatih tim.
“Keduanya adalah pelatih yang sangat bagus, masing-masing dengan gayanya sendiri,” ungkap Courtois. Ia menambahkan, “Mengatakan kami merindukan Ancelotti akan tidak menghormati Xabi. Kami memiliki hubungan yang baik dengan Alonso.”
Courtois juga mengakui adanya beberapa pemain yang mungkin kurang puas karena minimnya waktu bermain. Namun, semua masalah dibicarakan secara terbuka dan tim tetap bergerak ke arah yang sama.
Menyikapi hasil imbang kontra Rayo Vallecano yang terjadi setelah kekalahan dari Liverpool, Courtois mengakui perlunya peningkatan performa tim. Ia menilai *Los Blancos* tetap menguasai permainan di babak pertama melawan Rayo, namun kesulitan menciptakan lebih banyak peluang di babak kedua.
“Di babak pertama, saya merasa kami sangat menguasai lapangan, dan banyak peluang mereka berasal dari tembakan jarak jauh atau sapuan yang buruk,” tegasnya. “Saya tidak perlu banyak bekerja keras. Di babak kedua, kami kesulitan menciptakan lebih banyak bahaya; mereka bermain lebih baik. Kami perlu meningkatkan diri.”
Terkait insiden Vinicius Junior, Courtois memastikan masalah tersebut telah selesai. “Dia telah meminta maaf dan kami telah melanjutkan hidup. Kita semua manusia, dan dalam pertandingan yang penuh tekanan, kita bisa bereaksi dengan cara yang mungkin kita sesali nanti,” jelasnya.
Di bawah kepemimpinan Xabi Alonso, Real Madrid telah mencatatkan 17 kemenangan dari 22 pertandingan di berbagai kompetisi, termasuk LaLiga dan fase awal Liga Champions. Courtois juga menyoroti komentar Lamine Yamal sebelum *El Clasico* sebagai motivasi tambahan, yang justru membakar semangat pemain untuk mengakhiri empat kekalahan beruntun melawan Barcelona.

