Nasional – Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik menyusul peningkatan signifikan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah. Kontroversi menguat setelah komposisi pimpinan BGN terungkap, yang didominasi oleh purnawirawan TNI-Polri tanpa adanya latar belakang pendidikan gizi.
Data BGN hingga 22 September 2025 mencatat 4.711 kasus keracunan MBG, dengan Pulau Jawa menyumbang jumlah terbanyak. Masyarakat mempertanyakan kualifikasi pimpinan BGN, di mana lima di antaranya adalah purnawirawan TNI, sementara Kepala BGN Dadan Hindayana merupakan ahli serangga. Pejabat lain memiliki latar belakang kepolisian, jurnalis, dan eksekutif BUMN tambang.
Di sisi lain, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat kembali melaporkan temuan kontaminasi radioaktif pada produk impor dari Indonesia. Setelah udang beku, kini giliran cengkih dari PT Natural Java Spice asal Indonesia terdeteksi mengandung Cesium-137 (Cs-137) dalam pengiriman ke California. PT Natural Java Spice tercatat telah mengekspor sekitar 200.000 kilogram cengkih ke AS sepanjang tahun ini.
Sementara itu, tanggal 27 September 2025 disebut menyimpan fenomena matematis langka dalam seratus tahun. Tanggal ini diidentifikasi sebagai “the coolest mathematical date of our lifetime” karena merupakan tanggal kuadrat sekaligus tanggal kuadrat global.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga menghadapi tantangan serupa dengan program makan siang sekolah di negara lain. Negara seperti Malaysia, Kenya, Perancis, dan Brasil, meskipun memiliki program serupa, juga menghadapi masalah berbeda seperti standarisasi mutu makanan.
Dari Hong Kong, kepolisian menangkap seorang ayah (33) dan asisten rumah tangga (33) asal Indonesia. Keduanya ditahan atas dugaan menelantarkan dan membahayakan dua anak berusia 4 dan 6 tahun, setelah mengajak mereka menonton ombak di tepi pantai Kennedy Town saat Topan Ragasa menerjang pada Rabu (24/9/2025).


