Aceh Selatan – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatra telah menelan korban jiwa mencapai lebih dari 800 orang, dengan Provinsi Aceh menjadi wilayah penyumbang terbanyak. Di tengah krisis kemanusiaan ini, Kabupaten Aceh Selatan, salah satu daerah terdampak terparah, justru ditinggal oleh kepala daerahnya.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membenarkan informasi bahwa Bupati Aceh Selatan, Mirwan M. S., sedang berada di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah. Kepergian Mirwan berlangsung dari tanggal 2 hingga 12 Desember, saat sebagian besar wilayah Aceh Selatan masih terendam banjir dan terisolir.
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan, menyatakan pihaknya menyesalkan keputusan Mirwan. Menurut Benni, hasil koordinasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan petugas lapangan memastikan Bupati tidak berada di lokasi bencana yang sangat membutuhkan kepemimpinannya.
Aceh Selatan saat ini menghadapi kerusakan parah, keterbatasan logistik, dan sejumlah wilayahnya masih terisolasi akibat terjangan banjir dan longsor. “Dalam kondisi seperti ini, kehadiran kepala daerah sangat dibutuhkan di tengah masyarakat, namun beliau justru memilih berangkat umrah,” tegas Benni pada Jumat, 5 Desember 2025.
Sebelumnya, Mirwan telah mengajukan permohonan izin perjalanan ke luar negeri atas nama Bupati Aceh Selatan pada 24 November 2025 dengan alasan “penting” kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Namun, Pemerintah Aceh menolak permohonan tersebut.
Gubernur Aceh, melalui surat balasan bertanggal 28 November 2025, menyatakan permohonan izin belum dapat diproses karena status darurat bencana masih berlaku di tingkat provinsi dan kabupaten. Meski demikian, Bupati Mirwan tetap memilih untuk berangkat umrah tanpa mengindahkan keputusan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Bupati Mirwan belum memberikan pernyataan publik terkait keberangkatannya. Sementara itu, proses penanganan darurat banjir dan longsor di Aceh Selatan masih terus berlanjut di tengah ketidakjelasan kepemimpinan di lapangan.
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis, 4 Desember 2025, pukul 16.00 WIB, mencatat total korban tewas akibat bencana di Sumatra mencapai 836 jiwa, 518 hilang, dan 2.700 luka-luka. Aceh menjadi provinsi dengan korban meninggal terbanyak, yaitu 325 jiwa, dengan 170 orang masih hilang.
Di Sumatera Utara, tercatat 311 orang meninggal dan 127 orang hilang. Sedangkan di Sumatera Barat, 200 orang tewas dan 221 orang belum ditemukan. Angka-angka ini menggarisbawahi skala bencana yang tengah dihadapi Pulau Sumatra secara keseluruhan.


