Kupang – Di tengah semarak perayaan Natal, sebuah instalasi unik di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mencuri perhatian publik. Pohon Natal setinggi lebih dari dua meter ini bukan terbuat dari hiasan biasa, melainkan dirangkai dari tumpukan briket sampah hasil olahan uang Rupiah lusuh yang sudah tidak layak edar, mengubah limbah moneter menjadi simbol harapan dan kreativitas yang menginspirasi.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, menjelaskan bahwa pohon Natal tersebut merupakan wujud nyata transformasi limbah uang kertas yang telah melewati masa tugasnya. Setiap lembaran uang Rupiah yang beredar di masyarakat dipisahkan oleh Bank Indonesia menjadi uang layak edar dan uang yang sudah tidak layak edar.
Uang yang masih dalam kondisi baik akan diedarkan kembali melalui sistem perbankan. Namun, uang yang masuk kategori tidak layak edar, yang seharusnya berakhir sebagai limbah operasional dengan nilai nol, justru diolah kembali oleh BI. Proses kreatif ini mengubah potongan-potongan Rupiah yang tak lagi berfungsi menjadi material pembentuk pohon Natal yang sarat makna.
“Melalui kreativitas dan tangan-tangan terampil, limbah tersebut dirangkai menjadi sebuah pohon Natal yang tegak, megah, dan penuh karakter,” ujar Didiet. Setiap potongan material yang menutupi rangka pohon ini menggambarkan perjalanan panjang Rupiah dalam menjaga stabilitas ekonomi bangsa, sekaligus menyiratkan pesan mendalam tentang pembaruan dan kehidupan baru.
Pohon ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan, berkreasi secara bijak, dan melihat potensi dalam setiap hal yang awalnya dianggap tidak berguna. Didiet menambahkan, “Apa yang dianggap tidak layak pakai pun dapat diberdayakan kembali menjadi sesuatu yang membawa terang. Pembaruan selalu mungkin terjadi, sebagaimana pesan Natal tentang harapan yang lahir di tengah kesederhanaan.”
Keunikan pohon Natal ini sontak menarik perhatian warga dan pengendara yang melintas di Jalan El Tari, Kota Kupang. Banyak yang berhenti untuk mengabadikan momen dengan berfoto atau merekam video. Fenomena ini menunjukkan daya tarik inovasi yang tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga menyuarakan pesan lingkungan.
Pohon Natal karya Bank Indonesia ini juga menjadi bagian dari Lomba Hias Pohon Natal 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi NTT. Sepanjang Jalan El Tari, berjejer berbagai pohon Natal dengan beragam bentuk dan kreasi, hasil partisipasi instansi pemerintah, swasta, organisasi massa, hingga kelompok pemuda, menambah semarak perayaan Natal di ibu kota provinsi tersebut.

