Berita

Amir Ungkap Opera Pembusukan Prabowo Lewat Pelaporan Tiyo

ada-indikasi-gerogoti-prabowo-lewat-pelaporan-terhadap-tiyo-ardianto
Ada Indikasi Gerogoti Prabowo Lewat Pelaporan terhadap Tiyo Ardianto

Jakarta – Rangkaian pelaporan terhadap Tiyo Ardianto dinilai bukan sekadar perkara hukum, melainkan juga berpotensi memunculkan efek politik yang menyeret nama Presiden Prabowo Subianto. Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menyebut, publik perlu membaca lebih cermat siapa aktor di balik laporan tersebut dan arah dampaknya terhadap citra pemerintahan Prabowo.

Amir menegaskan, konteks yang berkembang tidak bisa dipandang sebagai urusan antara pelapor dan terlapor semata. Ia mengatakan ada dimensi lain yang perlu dicermati. “Yang terjadi hari ini bukan sekadar persoalan hukum antara pelapor dan terlapor. Ada dimensi politik yang perlu dibaca. Saya melihat ada indikasi operasi pembusukan terhadap Prabowo melalui pelaporan terhadap Tiyo Ardianto,” ujarnya, dikutip Minggu 21 Juni 2026.

Sorotan Amir tertuju pada langkah Gerakan Rakyat Dukung dan Bela Prabowo atau Garda Prabowo yang melaporkan Tiyo ke Bareskrim Polri. Menurut dia, laporan itu memunculkan pertanyaan baru, apalagi organisasi tersebut didampingi Ferdinand Hutahaean yang selama ini dikenal memiliki dinamika politik sendiri dalam berbagai isu nasional.

“Karena itu, wajar jika muncul pertanyaan mengenai motif politik di balik pelaporan tersebut,” kata Amir.

Di sisi lain, Amir juga menilai sikap Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo justru menunjukkan respons yang berbeda. Ia menyebut partai itu tidak memperlihatkan reaksi berlebihan atas kritik maupun tudingan yang disampaikan Tiyo Ardianto.

33 Jemaah Haji Sumbar Korban Banjir Terima Bantuan UEA

“Selama ini Gerindra terlihat sangat santai. Tidak ada laporan resmi dari partai. Tidak ada reaksi berlebihan. Itu menunjukkan bahwa Gerindra memahami kritik sebagai bagian dari dinamika demokrasi,” ujarnya.

Selain oleh Garda Prabowo, Tiyo juga dilaporkan oleh Firdaus Oiwobo. Amir mengingatkan, publik mengetahui Firdaus sebagai Ketua Umum organisasi Termul yang kerap dikaitkan dengan kelompok pendukung Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi.

Menurut Amir, kemunculan dua laporan dari dua kelompok berbeda patut dibaca sebagai fenomena yang lebih luas. “Ketika muncul dua pelaporan dari kelompok yang berbeda, maka analis politik dan intelijen tentu akan melihat apakah ada pola tertentu yang sedang dibangun di ruang publik,” katanya.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

04

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

05

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru