Karawang – Ribuan siswa dan guru dari 21 Sekolah Menengah Atas di Jawa Barat berhasil mencetak sejarah dunia. Bersama Amazon, mereka memecahkan rekor Guinness World Records setelah menciptakan lebih dari 10.821 aplikasi unik Generative AI (Gen AI) dalam sebuah acara di lokasi, menandai tonggak penting bagi inovasi digital Indonesia.
Prestasi luar biasa ini diraih dalam kategori “Most Applications Made in An On-site Generative AI (Gen AI) Event” dan melibatkan lebih dari 2.600 siswa serta guru. Pencapaian ini menegaskan potensi besar talenta digital Indonesia dalam menghadapi era kecerdasan buatan.
Vice President and General Manager, Asia Pacific & Japan, AWS, Jaime Vallés, menyatakan kebanggaannya. “Prestasi Guinness World Record ini adalah hasil pencapaian luar biasa yang menunjukkan apa yang dapat diraih ketika kita sebagai satu komunitas berpikir besar, mengadopsi budaya Day 1, dan memanfaatkan teknologi Cloud serta Gen AI secara bersama-sama,” ujarnya dalam keterangan pers pada 17 Oktober 2025.
Vallés menambahkan bahwa masa depan inovasi dan pertumbuhan di Asia Pasifik dan Jepang bergantung pada demokratisasi akses terhadap teknologi transformatif, termasuk AI generatif. Ia menegaskan komitmen AWS untuk memperluas akses pendidikan dan peningkatan keterampilan Gen AI bagi masyarakat Indonesia, guna mempersiapkan inovator lokal berkiprah di ekonomi digital global.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono, memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut para siswa Jawa Barat telah menunjukkan bahwa Indonesia siap menyambut masa depan digital dengan mengembangkan ribuan aplikasi AI dalam satu hari.
“Rekor ini membuktikan bahwa Indonesia akan berkembang menjadi kekuatan besar di bidang teknologi,” kata Agus, sembari berterima kasih kepada Amazon Web Services yang telah ikut mengembangkan talenta digital di Indonesia.
Acara pemecahan rekor ini merupakan hasil kolaborasi Amazon dengan Prestasi Junior Indonesia, AIkademi Foundation, dan Yayasan Sagasitas Indonesia. Para siswa dan guru mendalami potensi kreatif AI serta penggunaannya secara bertanggung jawab. Mereka kemudian mengembangkan aplikasi berbasis AI di berbagai bidang seperti asisten manajemen proyek dan pemantau jejak karbon personal.
Saat upaya pemecahan rekor pada 13 Oktober 2025, para siswa membawa konsep ide aplikasi Gen AI yang telah mereka kembangkan. Para guru dan relawan membantu mewujudkan ide tersebut menjadi aplikasi menggunakan PartyRock, sebuah platform Amazon Bedrock, di sekolah masing-masing dan di Amazon Think Big Space di SMK Negeri 1 Karawang.
Proses verifikasi Guinness World Records dilakukan secara ketat, memastikan bahwa semua aplikasi benar-benar berfungsi, berbeda dari aplikasi lainnya, dan disahkan oleh juri.
Juri Guinness World Records, Aynee Toorabally, memuji keberhasilan ini sebagai bukti komitmen kuat Amazon dalam memberdayakan talenta muda Indonesia melalui teknologi. “Pencapaian ini adalah kontribusi nyata bagi kemajuan sektor teknologi Indonesia di masa depan,” ucapnya.
Amazon menegaskan komitmennya dalam membantu masyarakat Indonesia menghadapi masa depan digital, khususnya di bidang komputasi awan dan kecerdasan buatan. Sejak 2017, Amazon Web Services telah melatih lebih dari 1 juta masyarakat Indonesia dalam komputasi awan, dan kini memperluas upaya tersebut ke edukasi AI.
Dengan menghadirkan platform AI yang mudah diakses, Amazon mendorong siswa dan guru menciptakan aplikasi berbasis AI dengan kemampuan koding minimal, membuka peluang karier di bidang teknologi, sejalan dengan tujuan transformasi digital Indonesia.
Kepala Sekolah SMKN 1 Karawang, Diah Gustanti, menyatakan kebanggaannya. “Kami bangga dapat menjadi bagian dari rekor dunia GUINNESS untuk aplikasi generative AI, yang menunjukkan kemajuan luar biasa para siswa dan pengajar setelah mendapatkan pelatihan,” katanya, seraya menekankan pentingnya membekali generasi masa depan dengan kemampuan dan peralatan tepat agar dapat memanfaatkan teknologi secara optimal.


