IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Alex Indra Lukman Desak Pemerintah Benahi Tata Kelola Hutan

komisi-iv-dpr-minta-pemerintah-benahi-tata-kelola-kawasan-hutan
Komisi IV DPR Minta Pemerintah Benahi Tata Kelola Kawasan Hutan

Bogor – Panitia Kerja Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR RI mendesak pemerintah mempercepat pembenahan tata kelola kawasan hutan, terutama pada area yang telah dimanfaatkan untuk pertambangan dan pembangunan. Ketua Panja, Alex Indra Lukman, menilai aturan yang berlaku masih menyisakan ketidakjelasan status lahan dan membuka ruang konflik pemanfaatan.

Menurut Alex, negara perlu bersikap tegas terhadap kawasan yang secara faktual sudah kehilangan fungsi hutannya. Ia menegaskan, hutan adalah kawasan yang ditumbuhi pohon. “Kalau tidak ada pohonnya, itu bukan hutan lagi. Jangan diklaim hutan lagi,” ujarnya di Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/6/2026).

Sorotan utama Alex tertuju pada skema pinjam pakai kawasan hutan untuk aktivitas tambang. Ia menyebut mekanisme itu janggal karena lahan tambang pada dasarnya sudah tidak lagi memiliki karakteristik hutan. “Agak aneh kalau kemudian ada izin yang namanya pinjam pakai untuk tambang. Tambang itu sudah pasti tidak ada pohonnya. Apa yang dipinjam pakai?” kata dia.

Karena itu, ia meminta pemerintah menentukan status lahan yang telah berubah fungsi secara lebih tegas, termasuk yang dialokasikan untuk kepentingan nasional. Kepastian tersebut dinilai penting untuk mencegah ketidakpastian hukum di lapangan.

Di luar isu pertambangan, Alex juga menyinggung kebijakan perdagangan karbon atau carbon trading. Ia menilai pemerintah belum menjelaskan secara konkret soal mekanisme kerja, pembagian tanggung jawab, dan program yang akan dijalankan.

BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

Bagi Panja Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR RI, kejelasan aturan menjadi syarat mutlak agar perdagangan karbon tidak berhenti sebagai konsep. Kebijakan itu, kata mereka, harus benar-benar membantu menjaga hutan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Panja juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kebijakan strategis, termasuk skema tukar-menukar kawasan hutan. Fokus utama, menurut mereka, tetap pada menjaga fungsi ekologis serta keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

03

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

06

Profil Erling Haaland: Harapan Norwegia dan Kandidat Top Skor Piala Dunia 2026

07

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

08

Bencana Sumatra Rusak Parah 54 Sekolah; Siswa Belajar di Tenda

Berita Terbaru