Jakarta, Gonesia.com – Ahlulbait Indonesia (ABI) secara resmi membantah keterlibatan organisasi maupun pengurusnya dalam dugaan operasi intelijen Unit 4000 Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas pemberitaan yang menyudutkan Ketua Umum ABI, Ustaz Zahir Yahya, dan Anggota Dewan Syura ABI, Ustaz Abdullah Assegaff.
Tuduhan tersebut bermula dari laporan media asing Iran International yang terbit pada 31 Agustus 2026.
Laporan itu mengaitkan kedua tokoh tersebut dengan aktivitas perekrutan agen untuk unit khusus IRGC di Asia Timur.
Berita tersebut kemudian disebarluaskan oleh sejumlah media massa di Indonesia tanpa proses verifikasi yang memadai terhadap pihak terkait.
Ketua Umum DPP ABI, Zahir Yahya, menilai tuduhan tersebut sangat serius dan tidak memiliki landasan faktual yang kuat.
“Ketika nama seseorang dikaitkan dengan dugaan operasi intelijen asing, persoalannya bukan semata-mata apakah nama tersebut pernah disebut dalam sebuah laporan, melainkan apa dasar faktual yang menghubungkannya dengan tindakan yang dituduhkan,” tegas Zahir Yahya dalam keterangan resminya, Minggu (13/9).
Ia menyayangkan sikap media yang tidak memberikan ruang konfirmasi sebelum mempublikasikan informasi yang berdampak pada reputasi organisasi.
Menurutnya, konfirmasi adalah elemen krusial dalam etika jurnalistik untuk menjaga kredibilitas dan nama baik seseorang.
Ia menambahkan, pemberitaan yang hanya mengandalkan sumber anonim tanpa menyertakan dokumen pendukung atau bukti komunikasi operasional sangatlah lemah.
Dirinya menekankan bahwa pengutipan informasi oleh media lain tidak serta-merta mengubah klaim tak terverifikasi menjadi sebuah fakta.
Ia meminta publik untuk membedakan antara penyebutan nama dalam laporan dengan keterlibatan yang dapat dibuktikan secara hukum.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hubungan seseorang dengan organisasi keagamaan atau kegiatan edukasi tidak bisa dijadikan dalih untuk menuduh keterlibatan intelijen.
“Konteks juga tidak dapat menggantikan bukti,” ujarnya.
ABI berkomitmen menjaga kehormatan pribadi pengurusnya serta kredibilitas organisasi di mata publik.
Ia menyatakan bahwa setiap tuduhan harus didasarkan pada pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar asumsi pihak tertentu.
Organisasi ini menegaskan posisinya yang selalu berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945 dalam setiap aktivitasnya.
Terkait ketegangan internasional, ia menyatakan bahwa ABI senantiasa mendukung penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi formal.
Ia mendorong Pemerintah Indonesia untuk terus mengedepankan peran aktif di forum PBB maupun OKI demi perdamaian dunia.
Pihaknya berharap klarifikasi ini dapat meluruskan disinformasi yang beredar di masyarakat luas.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tidak ada hubungan operasional apa pun antara ABI dan IRGC.


