JAKARTA, Gonesia.com – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kini mencatatkan perbaikan profil kredit setelah PT Pefindo secara resmi menaikkan peringkat perusahaan dari sebelumnya berada di level Selective Default (idSD).
Pj. Sekretaris Perusahaan WSKT, Steven Subiantoro, mengungkapkan bahwa pembaruan peringkat tersebut tertuang dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan pada Minggu, 13 September 2026.
Ia merinci bahwa saat ini peringkat perusahaan telah bergerak naik menjadi idB dengan status CreditWatch yang memiliki implikasi negatif.
Menurutnya, langkah pemeringkatan ulang ini juga mencakup sejumlah instrumen surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan konstruksi pelat merah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa obligasi dengan skema jaminan pemerintah atau Government Guarantee mendapatkan predikat idAAA(gg).
Instrumen yang masuk dalam kategori ini meliputi Obligasi III Tahun 2021 Seri A dan B, serta Obligasi IV Tahun 2022 Seri A dan B.
Selain itu, Sukuk Mudharabah I Tahun 2022 Seri A dan B juga memperoleh peringkat idAAA(sy)(gg) yang mencerminkan keamanan tambahan dari jaminan pemerintah.
Di sisi lain, perusahaan mencatatkan peringkat idB untuk beberapa seri obligasi berkelanjutan lainnya.
Daftar tersebut mencakup Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2018 Seri B, Tahap III Tahun 2018 Seri B, dan Tahap IV Tahun 2019 Seri B.
Peringkat serupa juga disematkan pada Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2020.
Subiantoro menegaskan bahwa perbaikan peringkat ini merupakan buah dari keberhasilan perseroan dalam meraih kuorum persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO).
Agenda krusial tersebut telah diselenggarakan oleh manajemen WSKT pada tanggal 3 September 2026.
Pertemuan tersebut menjadi forum bagi emiten untuk memberikan penjelasan mendalam terkait kelalaian pemenuhan kewajiban keuangan perusahaan.
Perseroan mengakui adanya kendala dalam pembayaran bunga ke-15 hingga ke-20 serta pokok Obligasi III Tahap IV tahun 2019 seri B.
Selain itu, pembahasan juga mencakup kewajiban keuangan perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk periode tahun buku 2023, 2024, dan 2025.
Dalam rapat tersebut, manajemen mengajukan skema restrukturisasi utang sebagai solusi atas kondisi gagal bayar yang sempat terjadi.
Ia menambahkan bahwa keputusan pemegang obligasi dalam RUPO tersebut menjadi penentu langkah strategis perusahaan ke depan.
Persetujuan dari para pemegang obligasi dinilai menjadi katalis positif bagi pemulihan kepercayaan investor terhadap instrumen utang Waskita Karya.
Hingga saat ini, perseroan berkomitmen untuk terus menjalankan proses restrukturisasi sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai bersama para kreditur.
Langkah ini diharapkan mampu menstabilkan posisi keuangan Waskita di tengah tantangan industri konstruksi nasional yang masih fluktuatif.


