Lebak – Akses kesehatan warga di wilayah pelosok Kabupaten Lebak kini mendapat tambahan penopang baru setelah Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Laznas PPPA Daarul Qur’an dan Pemerintah Kabupaten Lebak menyerahkan satu unit ambulans untuk Puskesmas Gunungkencana.
Kendaraan layanan darurat itu diharapkan memangkas hambatan jarak dan medan yang selama ini kerap membuat penanganan pasien terlambat.
Penyerahan ambulans dilakukan di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Senin (27/7), melalui Program Kemaslahatan BPKH. Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat, khususnya di Kecamatan Gunungkencana.
Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menyambut baik kolaborasi tiga pihak itu. Ia menilai, dukungan ambulans akan membantu mempercepat penanganan pasien dan memudahkan warga mengakses layanan kesehatan.
“Bantuan ambulans ini diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan, mempercepat penanganan pasien, serta memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Hasbi.
Dari pihak BPKH, Kepala Badan Pelaksana Fadlul Imansyah menegaskan bahwa ambulans tersebut merupakan wujud pengembalian nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) kepada masyarakat. Penyalurannya, kata dia, dilakukan melalui Program Kemaslahatan.
“Nilai manfaat dari Dana Abadi Umat kami kembalikan kepada masyarakat melalui Program Kemaslahatan, salah satunya melalui penyaluran mobil ambulans,” ujarnya.
Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an Dwi Kartika Ningsih juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BPKH serta dukungan Pemerintah Kabupaten Lebak. Ia berharap ambulans itu dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan warga.
“Kami berharap ambulans ini menjadi amanah yang dijaga bersama, dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat, sehingga setiap perjalanannya membawa harapan dan menjadi ikhtiar menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ucap Dwi.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kerja sama antarlembaga dapat menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan dasar masyarakat. Bagi warga pelosok, ambulans bukan sekadar kendaraan operasional, melainkan sarana yang dapat menentukan cepat tidaknya bantuan datang saat menit menjadi pembeda antara hidup dan mati.


