Surabaya, Gonesia.com — Persebaya Surabaya langsung menurunkan penyerang anyar Alex Martins sebagai starter dalam laga pembuka Grup B Piala Presiden 2026 melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (27/7/2026).
Keputusan pelatih Bernardo Tavares untuk memasang Martins sejak menit awal menjadi sinyal kuat mengenai ambisi Green Force dalam mematangkan kerangka tim menuju kompetisi Super League 2026/2027.
Martins ditempatkan di lini depan bersama Malik Risaldi dan Miguel Pereira untuk menguji ketajaman ofensif tim sejak awal laga.
Sektor tengah Persebaya dipimpin oleh Francisco Rivera yang sekaligus memegang kendali sebagai kapten tim di atas lapangan.
Rivera didampingi oleh dua gelandang kreatif, yakni Ricky Pratama dan Toni Firmansyah, yang bertugas menjaga keseimbangan sekaligus menyuplai bola ke lini serang.
Lini pertahanan Persebaya tampil dengan komposisi solid yang dihuni Arief Catur Pamungkas, Jefferson Silva, Yuran Fernandes, dan Risto Mitrevski.
Keempat bek tersebut bertugas melindungi Ernando Ari Sutaryadi yang kembali dipercaya sebagai penjaga gawang utama.
Susunan pemain ini mencerminkan upaya Tavares dalam mempercepat proses adaptasi para pemain baru agar segera menyatu dengan skema permainan tim.
Di sisi lain, Persija Jakarta merespons tantangan tersebut dengan menurunkan kombinasi pemain muda dan pilar senior yang berpengalaman.
Macan Kemayoran mengandalkan Muchamad Aqil Savik di bawah mistar gawang untuk meredam serangan lawan.
Lini belakang Persija diisi oleh Denis Kolinger, Ilham Rio Fahmi, Muhammad Fajar Fathurrahman, dan Radovan Pankov.
Lini tengah mereka dihuni oleh Fabio Calonego dan Figo Dennis, sementara lini depan diperkuat oleh Agi Firmansyah, Eksel Runtukahu, Victor Dethan, dan Witan Sulaiman.
Eksel Runtukahu didaulat memimpin rekan-rekannya di lapangan sebagai kapten tim.
Tavares menegaskan bahwa ajang Piala Presiden tahun ini bukan sekadar turnamen pramusim biasa bagi tim asuhannya.
Ia menyatakan bahwa ajang ini menjadi instrumen krusial untuk membangun fondasi tim sebelum kompetisi resmi bergulir.
“Piala Presiden kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi. Tentu kami ingin memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami juga harus realistis melihat kondisi tim yang masih dalam proses pembentukan. Banyak pemain belum mencapai kondisi ideal, sehingga kami membutuhkan waktu untuk menyempurnakan semuanya,” ujar pelatih asal Portugal tersebut sebagaimana dikutip dari laporan JawaPos.
Ia menambahkan bahwa fokus utama tim saat ini adalah meningkatkan kebugaran sekaligus menanamkan prinsip taktik kepada para pemain baru.
Ia melanjutkan bahwa waktu persiapan yang singkat menuntut efektivitas dalam setiap sesi latihan dan pertandingan.
“Kami baru memasuki fase pramusim. Waktu persiapan masih sangat singkat. Fokus kami bukan hanya meningkatkan kondisi fisik pemain, tetapi juga mulai menerapkan prinsip-prinsip taktik yang akan digunakan sepanjang musim. Semua aspek harus berkembang secara bersamaan,” tandasnya.
Dirinya mengungkapkan bahwa perkembangan skuad saat ini sudah menunjukkan tren positif dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa Piala Presiden adalah kesempatan emas untuk mengukur kesiapan pemain dalam atmosfer pertandingan sesungguhnya.
“Bagi saya, Piala Presiden adalah kesempatan untuk membangun tim. Saya ingin mengetahui pemain mana yang paling siap bermain dalam atmosfer pertandingan sesungguhnya, bukan hanya saat latihan,” timpalnya.
Laga ini pun menjadi tolok ukur penting bagi Green Force dalam menguji sejauh mana materi latihan telah diterapkan di lapangan.
Meskipun hasil akhir tetap menjadi target, Bernardo Tavares tetap menempatkan perkembangan performa tim sebagai prioritas utama selama turnamen berlangsung.


