JAKARTA, Gonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor penguatan selama lima hari berturut-turut hingga penutupan perdagangan Rabu (15/7/2026), meskipun laju indeks tertahan oleh dominasi aksi jual investor asing.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business menunjukkan IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,04% atau naik 2,45 poin ke posisi 6.041,97.
Pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan terpantau fluktuatif di rentang 6.007 hingga 6.081.
Aktivitas pasar modal domestik tetap menunjukkan geliat yang signifikan dengan total volume transaksi menyentuh angka 28,69 miliar saham.
Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp 11,69 triliun di seluruh papan perdagangan.
Sentimen positif dalam pasar dipicu oleh performa emiten yang mayoritas mengalami kenaikan harga.
Tercatat sebanyak 334 saham berhasil menguat di tengah tekanan jual yang masih berlangsung.
Sebaliknya, sebanyak 267 saham harus terperosok ke zona merah pada penutupan perdagangan kemarin.
Sebanyak 195 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan sesi sebelumnya.
Analisis mendalam menunjukkan adanya diskrepansi antara optimisme investor domestik dan sikap kehati-hatian pihak asing.
Investor asing terpantau masih melanjutkan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai mencapai Rp 153,02 miliar.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa reli IHSG saat ini masih sangat bergantung pada likuiditas dari pelaku pasar lokal.
Dominasi tekanan jual dari investor asing menjadi perhatian utama bagi para analis dalam mencermati keberlanjutan tren penguatan indeks.
Berdasarkan laporan Kontan, aksi jual asing yang masif turut menekan beberapa saham berkapitalisasi pasar besar (big caps).
Daftar sepuluh saham dengan nilai net sell terbesar asing didominasi oleh perusahaan telekomunikasi dan sektor pertambangan.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memimpin daftar dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp 112,8 miliar.
Posisi kedua ditempati oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan nilai net sell sebesar Rp 93,22 miliar.
Selanjutnya, PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp 71,74 miliar.
Saham perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga tidak luput dari aksi lepas investor asing dengan nilai Rp 61,22 miliar.
Di urutan kelima, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat net sell sebesar Rp 48,09 miliar.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyusul dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp 39,58 miliar.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga mencatatkan angka net sell sebesar Rp 27,18 miliar.
Sektor logam dasar yakni PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp 26,03 miliar.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berada di posisi kesembilan dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp 21,04 miliar.
Terakhir, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melengkapi daftar sepuluh besar dengan nilai net sell Rp 18,09 miliar.
Ketimpangan antara kenaikan harga saham dan aksi jual asing ini menegaskan bahwa pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi yang cukup ketat.
Pelaku pasar diharapkan tetap mencermati volatilitas yang mungkin terjadi pada perdagangan hari ini.


