Seattle – Laga Mesir kontra Iran di Stadion Seattle atau Lumen Field, Seattle, Washington, berakhir tanpa pemenang setelah drama menit akhir membatalkan kemenangan yang sempat dirayakan tim Iran.
Skor 1-1 menjadi penentu hasil pertandingan yang berlangsung ketat hingga peluit panjang.
Mesir membuka keunggulan lebih dulu pada menit kelima lewat Mahmoud Saber.
Namun, keunggulan itu tak bertahan lama karena Iran langsung merespons sembilan menit berselang melalui Ramin Rezaeian. Gol tersebut lahir dari sudut sempit dan mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1.
Sepanjang pertandingan, kedua tim saling menekan dan beberapa peluang lahir di babak akhir. Iran bahkan nyaris membalikkan keadaan saat sundulan Mehdi Taremi menerpa mistar gawang.
Ketegangan memuncak pada menit ke-93 ketika Shoja Khalilzadeh sukses menceploskan bola ke gawang Mesir. Bangku cadangan dan para pemain Iran sempat larut dalam selebrasi, karena gol itu diyakini cukup untuk mengamankan kemenangan sekaligus memastikan langkah ke babak 32 besar.
Kegembiraan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah peninjauan Video Assistant Referee, wasit memutuskan Khalilzadeh sudah berada dalam posisi offside saat menerima bola. Gol pun dianulir dan skor tetap tidak berubah.
Keputusan VAR itu langsung mengubah suasana di kubu Iran. Alih-alih merayakan kelolosan, Team Melli kini harus menunggu hasil laga lain untuk mengetahui peluang mereka menembus fase gugur lewat jalur delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Bagi Mesir, hasil imbang ini tetap cukup untuk mengantarkan mereka finis sebagai runner-up Grup G dengan lima poin. Mereka kalah selisih gol dari Belgia yang keluar sebagai juara grup, dan selanjutnya akan menghadapi Australia pada babak 32 besar.
Sementara itu, Iran menutup fase grup di posisi ketiga dengan tiga poin. Nasib mereka untuk melaju ke babak 32 besar kini bergantung pada hasil pertandingan penentu di grup lain, terutama duel Kroasia kontra Aljazair.

