Kudus – Ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 resmi bergulir di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, mulai 23 hingga 28 Juni mendatang. Turnamen ini menjadi puncak dari rangkaian pembinaan sepak bola putri usia dini di Indonesia, yang mempertemukan 12 tim terbaik dari berbagai kota setelah melalui proses seleksi ketat sepanjang musim kompetisi tahun ini.
Kompetisi tahun ini membawa perubahan signifikan pada format pertandingan. Jika sebelumnya menggunakan format 7 lawan 7, kini para pemain akan bertanding dengan skema 9 lawan 9. Selain itu, durasi pertandingan juga ditingkatkan menjadi 2×20 menit. Penyesuaian ini dilakukan untuk mendekatkan atmosfer turnamen dengan standar kompetisi profesional, sekaligus menguji ketahanan fisik serta mental para pemain muda di lapangan.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Tujuan utamanya adalah konsistensi dalam membangun ekosistem sepak bola putri yang berkelanjutan. Menurutnya, ajang All-Stars menjadi wadah krusial untuk mematangkan karakter juara bagi talenta-talenta muda yang diproyeksikan menjadi fondasi masa depan Tim Nasional Putri Indonesia.
Persaingan di fase grup diprediksi akan berlangsung sengit. Salah satu sorotan tertuju pada Grup A yang menempatkan Surabaya dalam satu grup bersama Jakarta, Malang, dan Samarinda. Pelatih Kepala All-Stars Surabaya, Sai Dong, mengakui bahwa peta kekuatan antartim saat ini cenderung merata. Ia menekankan bahwa persiapan timnya tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan mental pemain pasca-evaluasi dari musim sebelumnya.
“Kami selalu optimistis dan percaya pada proses yang telah dilalui anak-anak. Belajar dari kekalahan adu penalti di edisi lalu, fokus utama kami adalah menyiapkan mental untuk menghadapi segala situasi di lapangan. Kami tetap menikmati setiap pertandingan meski harus menghadapi tim kuat seperti Jakarta,” ujar Sai Dong.
Senada dengan pelatihnya, kapten tim Surabaya, Locita Olahnismara Waranggani, menyatakan kesiapan timnya untuk menghadapi tantangan apa pun. Penyerang bernomor punggung 10 ini menegaskan bahwa perbedaan postur tubuh lawan tidak akan menyurutkan nyali timnya. “Kami sudah siap secara mental dan fisik. Semangat kami adalah ‘Suroboyo wani maju, wani mbuktino mental juara!’,” tegasnya.
Head Coach MLSC, Jacksen F. Tiago, menambahkan bahwa kualitas pemain di ajang tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai MLSC All-Stars berperan sebagai bagian integral dari trilogi pembinaan sepak bola putri nasional yang membuka jalan bagi pemain untuk melangkah ke jenjang profesional, baik di level nasional maupun internasional.
Turnamen ini menutup musim kompetisi 2026 yang telah melibatkan total 25.727 peserta di seluruh Indonesia. Fase grup akan berlangsung hingga 25 Juni dengan sistem setengah kompetisi. Dua tim teratas dari tiap grup, ditambah dua peringkat ketiga terbaik, berhak melaju ke babak perempat final yang menggunakan sistem gugur hingga mencapai partai final pada 28 Juni mendatang.

