Berita

Pidato Sindiran Prabowo Picu Reaksi Balik Publik

pidato-bernuansa-sindiran-berpotensi-memicu-reaksi-balik-publik
Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Jakarta – Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar berhati-hati dalam memilih diksi saat berbicara di depan publik. Menurut dia, setiap pidato kepala negara tidak hanya dinilai dari isi pesan, tetapi juga dari dampak psikologis yang ditinggalkan di tengah masyarakat.

Pangi menyoroti pernyataan Prabowo yang sempat menuai sorotan dalam Munas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Lampung. Dalam forum itu, Prabowo disebut memakai peribahasa “anjing menggonggong kafilah berlalu” ketika merespons kritik.

“Di Hipmi itu kan ngomong anjing menggonggong kafilah berlalu. Terus dia bilang yang nyinyir-nyinyir, podcast-podcast gitu,” ujar Pangi melalui kanal YouTube Bambang Widjojanto, dikutip Selasa 16 Juni 2026.

Ia menilai, seorang presiden semestinya memahami bahwa ucapan di ruang publik bisa menimbulkan sentimen tertentu, baik positif maupun negatif. Karena itu, menurut Pangi, komunikasi politik seorang kepala negara perlu mempertimbangkan tiga hal pokok.

“Pertama adalah sentimen. Kedua apakah yang disampaikan itu menggembirakan hati rakyat atau tidak. Yang ketiga apakah yang disampaikan ini betul-betul menjaga perasaan rakyat,” kata dia.

Pemkab Tanah Datar Gandeng Kejari Perkuat Pendampingan Hukum

Pangi juga mengingatkan bahwa kalimat yang terdengar seperti sindiran atau tantangan justru berisiko memancing reaksi balik dari masyarakat. Apalagi, menurutnya, situasi ekonomi saat ini tidak sedang mudah.

“Jaga perasaan rakyat, jangan ngeledek, jangan nantang-nantangin,” ucapnya.

Karena itu, ia menilai pemerintah sebaiknya menunjukkan hasil kerja secara nyata ketimbang terlalu banyak berbicara di ruang publik. Pangi percaya, pada akhirnya masyarakat akan menilai melalui capaian, bukan lewat pidato panjang.

“Nantikan rakyat akan menilai. Nah itu yang enggak perlu pidato panjang. Biar waktu yang membuktikan,” pungkasnya.

Komentar
BGN Evaluasi Insentif SPPG Sesuaikan Beban Pelayanan Gizi

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

06

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

07

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru