Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi mulai menyiapkan langkah besar menuju Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan digelar serentak pada pertengahan Juni hingga akhir Agustus 2026. Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, secara resmi mencanangkan pelaksanaannya di halaman kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi, Senin (15/6/2026).
Ramlan menilai sensus yang hanya berlangsung sekali dalam satu dekade itu menjadi bekal penting bagi pemerintah daerah untuk menyusun arah pembangunan yang lebih tepat. Menurut dia, kualitas data akan sangat menentukan kebijakan, mulai dari pengendalian inflasi, penyusunan bantuan sosial, hingga upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan itu, Ramlan juga menegaskan bahwa SE2026 bukan pendataan untuk kepentingan perpajakan. Ia meminta masyarakat tidak ragu memberikan keterangan yang benar kepada petugas.
“Data yang akurat sangat dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan, mulai dari pengendalian inflasi, penyusunan program bantuan sosial, hingga upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan memberikan data yang benar kepada petugas,” kata Ramlan.
Pemkot Bukittinggi, kata dia, akan memberikan dukungan penuh agar agenda nasional tersebut berjalan lancar. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas sosialisasi kepada warga agar pelaksanaan di lapangan dapat dipahami bersama.
Ramlan juga berharap petugas sensus bekerja secara profesional sehingga data yang dihimpun benar-benar berkualitas dan bisa menjadi dasar kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Pendataan lapangan SE2026 dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni sampai 31 Agustus 2026. Selama periode itu, petugas akan mendatangi warga dari rumah ke rumah dengan atribut resmi dan membawa identitas sah dari BPS.

