Ekonomi

IHSG Melesat 4,12% ke 6.254, Saham TOWR, DEWA, HRTA Memimpin Penguatan

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 4,12% pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2026). Indeks ditutup di zona hijau pada level 6.254,97, didorong oleh sentimen positif meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Data RTI menunjukkan bahwa IHSG berhasil menguat 247,31 poin sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 603 saham terpantau mengalami kenaikan, sementara 125 saham terkoreksi dan 90 saham lainnya bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia berlangsung sangat dinamis. Total volume transaksi tercatat mencapai 54,5 miliar saham dengan nilai transaksi keseluruhan menyentuh Rp 30,1 triliun.

Kenaikan IHSG kali ini bersifat menyeluruh, dengan seluruh indeks sektoral berakhir di wilayah positif. Sektor IDX Basic memimpin penguatan dengan kenaikan 7,26%.

Sektor IDX Finance menyusul dengan apresiasi 5,23%, disusul oleh sektor IDX Industry yang tumbuh sebesar 4,51%. Penguatan ini mencerminkan optimisme investor terhadap aset berisiko.

Rupiah Menguat 1,11% ke Rp 17.663 per Dolar AS Siang Ini

Di jajaran saham unggulan, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menjadi pendorong utama dengan kenaikan harga sebesar 13,37% ke posisi Rp 390 per saham. Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 12,12%.

Selain itu, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turut menguat 11,28% ke level Rp 2.170 per saham. Pergerakan saham-saham ini menjadi kontributor signifikan bagi kenaikan indeks secara keseluruhan.

Namun, tidak semua saham unggulan berada dalam tren positif. Kelompok LQ45 mencatat beberapa saham yang mengalami tekanan jual, seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang turun 4,34% ke Rp 8.275.

Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga melemah 3,67% ke level Rp 1.180. Sementara itu, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terkoreksi sebesar 2% dan ditutup di harga Rp 1.225 per saham.

Reli yang terjadi di pasar modal domestik sejalan dengan tren positif di bursa Asia. Pasar merespons positif kesepakatan awal perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai mampu mengakhiri konflik Timur Tengah.

IHSG Melesat 7% Sepekan Meski Investor Asing Lepas Saham Rp 67 Triliun

Kabar tersebut memicu penurunan tajam pada harga minyak dunia. Harapan akan meredanya tekanan inflasi global menjadi katalis utama yang mendorong minat beli investor di aset-aset negara berkembang.

Menurut data Reuters, indeks MSCI Emerging Markets Asia naik 3,1% dan menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sepekan. Bursa Korea Selatan melonjak 5,2%, sementara Taiwan menguat 2,8%.

Harga minyak mentah dunia kini berada di bawah level US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak Maret 2026. Penurunan biaya energi ini dianggap sebagai angin segar bagi ekonomi negara berkembang yang sebelumnya terbebani inflasi tinggi.

Market Strategist Westpac, Imre Speizer, menyatakan bahwa kondisi ini sangat menguntungkan bagi aset berisiko dan mata uang negara berkembang. Sebaliknya, hal ini dipandang sebagai faktor negatif bagi kekuatan dolar AS.

Optimisme serupa terlihat di bursa regional lainnya, di mana indeks saham Filipina mencatat lonjakan hingga 7%. Ini merupakan kinerja intraday terbaik bagi pasar Filipina sejak Maret 2020.

Danantara Raup Minat Tinggi dalam Penerbitan Obligasi Perdana USD 1,5 Miliar

Ekonom Barclays yang dipimpin Brian Tan menilai penurunan harga minyak berpotensi mengurangi risiko perlambatan ekonomi global. Hal ini dinilai dapat memberi ruang bagi bank sentral untuk menunda kebijakan pengetatan lebih lanjut.

Meski demikian, para analis tetap memberikan catatan kewaspadaan. Dampak inflasi dari konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan dinilai masih memiliki potensi bertahan dalam jangka pendek.

Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan geopolitik terkini. Arah kebijakan bank sentral global ke depan juga dipandang krusial dalam menentukan keberlanjutan tren penguatan pasar modal.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

03

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

04

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

05

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

06

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru