Jakarta – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 1,05 triliun kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026). Nilai dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 74 persen dari total laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025.
Direktur Tower Bersama Infrastructure, Helmy Yusman Santoso, menjelaskan bahwa dividen tunai yang dibagikan tersebut bernilai Rp 47 per lembar saham. Perusahaan menjadwalkan pembayaran dividen pada 9 Juli 2026 bagi pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per tanggal 22 Juni 2026. Sementara itu, batas akhir periode perdagangan saham yang masih memiliki hak atas dividen atau cum date ditetapkan pada 18 Juni 2026.
Kebijakan pembagian dividen ini diambil di tengah fluktuasi harga saham TBIG di pasar modal Indonesia. Meski pada perdagangan Selasa (9/6/2026) harga saham perusahaan sempat menguat 3,04 persen atau 45 poin ke level Rp 1.525, namun performa saham secara tahun berjalan (year-to-date) 2026 mencatatkan tekanan yang signifikan. Sejak awal tahun, harga saham TBIG telah terkoreksi sebesar 41,35 persen atau setara dengan penurunan 1.075 poin.
Selain menyepakati pembagian dividen, RUPST juga memberikan restu kepada manajemen untuk melakukan aksi korporasi berupa penerbitan surat utang atau notes dalam denominasi mata uang asing. Nilai pokok surat utang tersebut ditetapkan maksimal sebesar US$ 900 juta. Penerbitan ini direncanakan berlangsung dalam satu atau beberapa tahap dengan jangka waktu maksimal 12 bulan setelah persetujuan rapat diperoleh.
Helmy menegaskan bahwa surat utang tersebut akan ditawarkan kepada investor di luar wilayah Indonesia. Mengingat nilai nominalnya yang besar, aksi korporasi ini dikategorikan sebagai transaksi material sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17/POJK.04/2020 mengenai Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Kinerja keuangan TBIG sepanjang tahun 2025 menunjukkan stabilitas meskipun industri telekomunikasi menghadapi tantangan kompetisi yang ketat. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 6,9 triliun, tumbuh 0,61 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 6,86 triliun.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bersih perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan positif. TBIG membukukan laba bersih sebesar Rp 1,42 triliun pada 2025, naik 4,79 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 1,36 triliun. Pertumbuhan kinerja keuangan ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk tetap menjaga keseimbangan antara komitmen pengembalian nilai bagi pemegang saham melalui dividen dan keberlanjutan ekspansi infrastruktur digital di masa mendatang.

